Tentang Tetap Menjadi Orang yang Setia, Bahkan Setelah Berkali-kali Dikhianati dan Dibikin Patah Hati

Rasanya konyol banget, ya. Kamu sudah menjaga hati setengah mati, tapi dia malah membaginya dengan orang lain tanpa rasa bersalah sedikit pun.
Kalau kamu sedang di posisi ini dan merasa jadi orang paling bodoh sedunia, tolong jangan terlalu menyalahkan dirimu sendiri. Wajar kok kalau kamu merasa marah, kecewa, atau bahkan mulai mempertanyakan kelayakan dirimu sendiri. Kamu tidak sendirian merasakan sesak yang luar biasa ini.
Tapi Kenapa Harus Kamu?
Kenyataannya, tidak semua orang masuk ke hidupmu dengan niat baik yang sama.
Ada teman yang mendekat hanya saat butuh, dan ada pasangan yang berjanji manis tapi cuma mau bersenang-senang sebentar. Kamu dikhianati pasangan bukan karena kamu kurang berharga, tapi karena dia memang tidak punya kapasitas untuk menghargai ketulusanmu.
Manusia memang se-absurd itu, kadang mereka merusak hal paling berharga yang mereka miliki hanya demi ego sesaat. Sulit untuk diterima, tapi menyadari kenyataan pahit ini adalah langkah pertama agar kamu tidak terus-menerus menyalahkan keadaan. Lagipula, kamu tidak bisa mengontrol apa yang orang lain lakukan padamu.
Belajar dari Pengkhianatan Ini
Kamu bisa belajar dari pengkhianatan ini untuk tumbuh lebih kuat.
Rasa sakit ini mengajarkanmu untuk lebih selektif dan tidak gampang menaruh percaya pada sembarang orang. Menjadi dewasa berarti kamu tahu kapan harus memaafkan dan kapan harus berjalan menjauh tanpa perlu menengok ke belakang lagi. Ingat, kamu tidak perlu membalas dendam dengan menjadi jahat seperti mereka.
Tetaplah Menjadi Orang Baik
Tetaplah memilih menjadi orang yang setia, karena itu adalah identitasmu, bukan tentang mereka. Jangan biarkan luka yang mereka buat mengubahmu menjadi sosok asing yang juga suka merusak janji.
Orang yang tulus akan selalu menemukan jalannya sendiri untuk bahagia, sedangkan mereka yang suka berkhianat biasanya akan terjebak dalam lingkaran penyesalan mereka sendiri. Biarkan semesta yang bekerja mengurus porsi keadilan untuk setiap tindakan. Fokus saja menyembuhkan hatimu yang kemarin sempat hancur lebur.
Jadi, ambil napas dalam-dalam, basuh mukamu, dan mulailah melangkah lagi dengan kepala tegak. Kamu itu berharga, dan kesetiaanmu terlalu mewah untuk seseorang yang tidak tahu cara bersyukur.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor











