Terganjal Kontroversi Surrogasi, Politisi Senior Jerman Jens Spahn Mundur

Jens Spahn, seorang politisi senior dari kubu kanan-tengah Jerman, telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pemimpin fraksi koalisi pemerintahan di parlemen. Keputusan ini muncul setelah Spahn dituduh melakukan kemunafikan karena menggunakan jasa ibu pengganti atau surrogasi di Amerika Serikat untuk memiliki anak, padahal praktik tersebut dilarang di negaranya.
Surrogasi sendiri secara tegas dilarang di Jerman, sebuah kebijakan yang didukung kuat oleh partai tempat Spahn bernaung, Christian Democrat (CDU). Beberapa tahun lalu, Spahn bahkan secara pribadi menyatakan penolakannya terhadap praktik tersebut. Namun, perlu dicatat bahwa membesarkan anak yang lahir dari ibu pengganti di luar negeri tidak menjadi masalah hukum.
Dalam pernyataan tertulisnya pada Sabtu (waktu setempat), Spahn mengungkapkan bahwa kebahagiaan pribadinya untuk membangun keluarga bersama suaminya dan menjadi seorang ayah, tidak lagi sejalan dengan posisi politiknya.
Kanselir Friedrich Merz, yang juga pemimpin CDU, menyebut keputusan Spahn sebagai langkah yang tepat dan tidak terhindarkan. Merz menekankan bahwa kredibilitas adalah aset tertinggi dalam dunia politik, sembari mengumumkan akan segera menunjuk pengganti Spahn.
Mantan Menteri Kesehatan berusia 46 tahun itu sebelumnya mengumumkan pada awal pekan bahwa ia dan suaminya, Daniel Funke, telah resmi menjadi orang tua. Penggunaan ibu pengganti di luar negeri oleh pasangan tersebut sontak memicu kritik dari sejumlah politisi, termasuk dari internal partainya sendiri.
Saat mengumumkan pengunduran dirinya, Spahn menjelaskan, “Keseimbangan antara keputusan pribadi saya untuk memiliki anak melalui surrogasi dan ekspektasi yang wajar terhadap saya sebagai Ketua kelompok parlemen kami, telah menjadi jauh lebih besar dari yang saya perkirakan.”
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor
















