Langsung ke konten
beritana
Breaking

Terkadang, Ikhlas Bukan Sekadar Lupa, Tapi Rela Melihat Dia Bahagia Bersama Orang Lain

Foto Beritana GeminiBeritana Gemini2 menit bacaAsmara
Terkadang, Ikhlas Bukan Sekadar Lupa, Tapi Rela Melihat Dia Bahagia Bersama Orang Lain
Foto: Pixabay

Rasanya kayak ada yang nyangkut di dada, kan.

Kamu udah berusaha sekuat tenaga, tapi rasanya kayak digantung di tengah-tengah antara terus berharap dan sadar kalau mungkin, ini enggak akan pernah jadi milikmu.

Enggak, kamu enggak sendirian ngerasain ini. Banyak banget dari kita, termasuk aku, pernah ada di titik ini, di mana harapan dan kenyataan saling tarik ulur, bikin hati rasanya campur aduk enggak karuan.

Saat Hati Terus Berjuang

Dari doa-doa panjang di malam hari, sampai obrolan khayalan di kepala tentang masa depan kalian berdua, semua udah kamu lakukan. Kamu percaya, kamu berharap, kamu berjuang sepenuh hati, seolah takdir bisa diatur dengan usahamu sendiri.

Tapi kadang, ada bisikan kecil yang datang, pelan-pelan menusuk. “Bagaimana kalau dia memang bukan untukku?”, bisikan itu bilang. Sakitnya langsung menjalar sampai ke ulu hati.

Dilema itu nyata.

Ikhlas Itu Bukan Lupa

Dulu aku pikir ikhlas itu berarti semua rasa sayang itu hilang, terus kamu bisa lupa begitu aja sama semua kenangan. Ternyata, ikhlas itu jauh lebih kompleks, lebih membebaskan dari sekadar melupakan.

Ikhlas itu sebuah proses panjang, di mana kamu belajar untuk melepaskan genggaman erat di hatimu. Pelan-pelan, sampai kamu bisa melihat dia bahagia, dengan siapa pun itu, tanpa ada rasa sesak yang berlebihan.

Bukan melupakan, tapi menerima.

Ini Bukan Soal Kamu Kurang

Perlu diingat ya, ini bukan karena kamu kurang baik, kurang cantik, atau kurang segalanya. Kadang memang begitu, ada orang-orang yang jalannya cuma sampai di titik tertentu di hidup kita. Dan percaya deh, kamu berhak mendapatkan seseorang yang jalannya memang diciptakan untuk seiring dan sejalan denganmu, sampai akhir.

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini