Thomas Tuchel Akui Inggris Bakal Kesulitan Cari Pengganti Harry Kane

Tim nasional Inggris kini dihadapkan pada realitas masa depan yang cukup menantang terkait posisi ujung tombak mereka. Pelatih Thomas Tuchel secara terbuka mengakui bahwa mencari sosok penyerang dengan kualitas setara Harry Kane merupakan tugas yang hampir mustahil.
Kane baru saja mengukuhkan dominasinya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Inggris dengan catatan 87 gol. Torehan impresif tersebut ia cetak dalam pertandingan melawan Republik Ceko pada Selasa lalu.
Angka 87 gol ini sekaligus mempertegas statusnya sebagai mesin gol utama The Three Lions. Kini, ia hanya terpaut dua pertandingan lagi untuk menyamai rekor 125 penampilan internasional milik legenda Inggris, Peter Shilton.
Meskipun sang kapten saat ini masih menjadi pilihan utama, diskursus mengenai regenerasi di lini serang tim nasional terus mengemuka. Tuchel menegaskan bahwa tidak ada pemain yang memiliki profil identik dengan penyerang Bayern Munich tersebut.
Produktivitas Kane memang luar biasa. Sepanjang musim lalu, ia berhasil mencatatkan 73 gol, baik untuk level klub maupun tim nasional, yang membuatnya masuk dalam daftar kandidat bergengsi Ballon d'Or.
Tuchel menyoroti bahwa keunggulan Kane bukan hanya terletak pada ketajaman di depan gawang lawan. Ia menilai karakter kepemimpinan dan etos kerja Kane menjadikan sang penyerang sebagai aset yang utuh bagi tim.
"Pertama, Anda tidak akan mendapatkan sosok Harry Kane yang lain," ungkap Tuchel.
Ia menambahkan bahwa Kane memiliki pola pikir unik yang mampu memotivasi seluruh rekan setimnya. Baginya, Kane adalah paket lengkap yang menggabungkan kemampuan penyelesaian akhir mematikan dengan kerja keras tanpa lelah.
Menghadapi kemungkinan masa depan tanpa Kane, tim pelatih mulai menjajaki beberapa alternatif taktis. Salah satu strategi yang sempat dicoba adalah menempatkan Jude Bellingham sebagai pemain nomor sembilan atau penyerang murni.
Eksplorasi ini merupakan upaya adaptasi taktis untuk mengantisipasi transisi jangka panjang di skuad Inggris. Meski eksperimen ini dilakukan, Tuchel tidak berharap pengganti Kane di masa depan harus memiliki gaya bermain yang sama persis.
Fokus utama bagi tim adalah menemukan solusi yang selaras dengan kebutuhan taktik saat era Kane benar-benar berakhir nanti. Tuchel mengakui bahwa suksesor tersebut mungkin baru akan muncul dalam satu dekade ke depan.
Sebagai konteks, posisi penyerang tengah atau nomor sembilan dalam sepak bola adalah peran yang menuntut kecerdasan posisi serta ketahanan fisik tinggi. Inggris memang memiliki sejarah panjang melahirkan striker hebat, namun profil seperti Kane yang mampu menjadi penghubung antar lini sekaligus eksekutor memang cukup langka di era sepak bola modern.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor







:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363571/original/056575000_1790896915-000_C9Z746B-Florian_Wirtz_dan_Tom_Bischof.jpg)







