Namun demikian, Erick memberikan catatan tegas agar para pemain tidak terjebak dalam euforia berlebihan atas capaian tersebut. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan melangkah ke putaran final di China hanyalah langkah awal dari rangkaian ujian yang jauh lebih berat bagi skuad Garuda Muda.
Erick menekankan bahwa masa persiapan menuju turnamen utama harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperbaiki kualitas permainan, mulai dari penguatan fisik, pematangan taktik, hingga menjaga kekompakan antarindividu di dalam tim. Ia mengharapkan seluruh pemain mampu menunjukkan progres berkelanjutan sebelum bertanding di level yang lebih kompetitif nanti.
Target yang dicanangkan Erick tidak sekadar menempatkan Indonesia sebagai peserta di Piala Asia U-20 mendatang. Ia ingin melihat timnas mampu tampil kompetitif dan memberikan perlawanan sengit saat berhadapan dengan tim-tim kuat Asia lainnya untuk mengharumkan nama bangsa.
Masa depan sepak bola tanah air dinilai berada di pundak generasi muda yang kini sedang ditempa di level timnas. Oleh karena itu, konsistensi dalam menjaga performa dan terus membenahi kekurangan di setiap lini menjadi kunci utama agar target yang ditetapkan bisa terwujud sesuai rencana.