Kuliner Favorit Solo ala Gusti Bhre dan Tips Jaga Paru-paru

Penguasa Pura Mangkunegaran, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Mangkunegara X atau yang akrab disapa Gusti Bhre, membagikan rekomendasi kuliner favorit Solo yang menjadi langganannya saat berada di kota asalnya. Deretan kuliner favorit Solo pilihan tokoh muda kharismatik ini mencakup hidangan legendaris yang sarat akan sejarah perkembangan cita rasa tradisional khas Surakarta.
Sajian pertama yang masuk dalam daftar teratas adalah sop ayam kampung hangat dengan isian sayur wortel segar dan soun yang disiram kuah kaldu gurih beraroma rempah. Selain itu, beliau juga sangat menggemari hidangan sate kambing dari salah satu warung makan tersohor di Kota Solo yang terkenal dengan potongan daging empuk serta bumbu kecap pedas yang meresap sempurna. Untuk santap malam, bistik jawa dari beberapa kedai legendaris yang menyajikan perpaduan saus manis asam gurih menjadi pilihan utama yang selalu dicari saat lapar melanda.
Tidak ketinggalan, camilan tradisional tahok legendaris di kawasan Pasar Gede juga menjadi kudapan manis kegemarannya.
Tahok sendiri merupakan kuliner peranakan berbentuk kembang tahu putih yang bertekstur sangat lembut lalu disiram kuah jahe hangat manis beraroma kuat. Hidangan sederhana ini mencerminkan asimilasi budaya Tionghoa dan Jawa yang telah melekat erat pada sejarah panjang kuliner lokal. Keberadaan kuliner legendaris ini membuktikan bahwa selera sang adipati tetap membumi dan sangat menghargai warisan kuliner rakyat jelata.
Di samping membagikan rekomendasi makanan lezat, Gusti Bhre memberikan perhatian khusus pada isu kesehatan paru-paru masyarakat. Langkah pencegahan ini dirasa perlu menyusul kekhawatiran masyarakat atas potensi paparan polutan berbahaya di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut beliau, konsumsi makanan sehat padat nutrisi merupakan salah satu benteng pertahanan terbaik untuk melindungi organ pernapasan dari bahaya kerusakan seluler jangka panjang. Berbagai jenis asupan alami seperti buah alpukat, brokoli hijau, tomat, minyak zaitun, hingga biji rami sangat disarankan untuk masuk dalam menu diet harian. Bahan makanan alami tersebut kaya akan senyawa aktif yang terbukti mampu menekan reaksi inflamasi berbahaya akibat paparan polutan udara.
Antioksidan tinggi di dalam buah dan sayur tersebut bekerja langsung meminimalisasi kerusakan jaringan pernapasan.
Aspek kebersihan makanan juga menjadi sorotan yang tidak boleh diabaikan demi menjaga imunitas tubuh secara keseluruhan. Sang penguasa muda mengingatkan agar masyarakat lebih cermat dalam menyimpan sisa makanan di dalam lemari pendingin.
Sajian basah seperti daging setengah matang, hidangan laut segar, salad sayur, nasi putih, hingga pasta sebaiknya tidak disimpan di dalam kulkas lebih dari dua hari. Bakteri patogen berbahaya berisiko tinggi berkembang biak dengan sangat cepat meskipun makanan tersebut telah diletakkan di dalam suhu dingin kulkas. Kelalaian dalam menyimpan sisa makanan ini dapat memicu keracunan makanan yang akan melemahkan sistem imun tubuh secara drastis.
Peringatan serupa juga berlaku untuk makanan berkuah dalam porsi besar seperti sup, semur, dan gulai hangat. Wadah yang terlalu besar membuat bagian tengah makanan membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai suhu dingin optimal.
Kondisi suhu yang hangat di dalam wadah besar inilah yang menjadi media sempurna bagi pertumbuhan bakteri pembawa penyakit.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor








