
Dunia teknologi kini menyaksikan pergeseran cara pengguna berinteraksi dengan kecerdasan buatan, di mana AI agent tidak lagi mewajibkan pengunduhan aplikasi tambahan. Kini, banyak asisten berbasis AI yang bisa diajak berkomunikasi selayaknya seseorang melalui layanan pesan singkat.
Pengguna cukup mengirimkan instruksi melalui pesan teks, lalu sistem akan mengingat konteks, terhubung dengan aplikasi yang sudah ada, hingga menyelesaikan berbagai tugas seperti menjadwalkan rapat atau memesan tiket perjalanan. Praktik ini menawarkan efisiensi karena integrasi yang lebih luwes dengan alur kerja sehari-hari.
Salah satu pemain utama di sektor ini adalah Instinct, yang baru saja mendapatkan pendanaan sebesar USD 1 miliar (sekitar Rp15,7 triliun) dan kini memiliki valuasi mencapai USD 10 miliar (sekitar Rp157 triliun). Selain Instinct, pasar telah dibanjiri oleh berbagai pilihan asisten, mulai dari yang bersifat umum hingga yang dirancang khusus untuk kebutuhan keluarga maupun profesional.
Caddy, misalnya, hadir untuk membantu pengguna iPhone dan Android merapikan informasi yang berserakan di ponsel. Asisten ini mampu memindai percakapan atau email untuk kemudian menawarkan diri menambahkan acara ke kalender secara otomatis.
Sementara itu, Fambot memosisikan diri sebagai kepala staf rumah tangga yang bertugas mengatur jadwal sekolah, kegiatan olahraga, hingga perencanaan makan. Keluarga dapat berinteraksi dengan asisten ini melalui SMS atau aplikasi pesan, yang kemudian akan memberikan ringkasan tugas setiap malam.
Di sisi lain, terdapat pula agen seperti Underdog yang menekankan privasi dengan menjalankan model AI langsung di perangkat pengguna, bukan di komputasi awan. Pendekatan ini memastikan data pribadi tidak berpindah ke server pihak ketiga, sebuah fitur yang kini banyak dicari oleh pengguna yang peduli dengan keamanan data.
Pengembangan teknologi ini mencakup integrasi ke berbagai platform populer seperti WhatsApp, Telegram, hingga iMessage. Kehadiran AI agent dalam ekosistem pesan instan menandai era baru produktivitas personal yang lebih cair dan tidak lagi terikat pada satu aplikasi eksklusif yang kaku.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor