Waspadai Lutut Terkunci pada Anak Muda, Simak Penjelasan Ahli Fisioterapi

Keluhan lutut yang terasa terkunci pada kalangan usia muda harus mendapatkan perhatian medis serius. Banyak orang sering menganggap remeh gejala ini sebagai hal biasa, padahal kondisi tersebut memerlukan pemeriksaan menyeluruh terkait riwayat cedera dan struktur anatomi lutut pasien.
Simon Tri Prasetyo, Founder dan Chief Physiotherapist Physiorehab, menegaskan bahwa diagnosis tidak boleh hanya terpaku pada gejala saat ini. Penilaian medis harus menggali riwayat kesehatan pasien, termasuk kecelakaan atau cedera olahraga yang mungkin terjadi bertahun-tahun silam.
Masalah yang timbul pada masa lalu sering kali baru bermanifestasi sebagai gangguan gerak yang nyata setelah sekian lama. Ketika seseorang merasakan lututnya terkunci, ada kekhawatiran besar mengenai kerusakan pada meniskus. Meniskus sendiri merupakan bantalan tulang rawan berbentuk huruf C yang berfungsi sebagai peredam kejut pada sendi lutut.
Robekan pada meniskus menjadi diagnosis yang cukup umum bagi pasien berusia sekitar 20 tahun. Simon menyatakan bahwa cedera yang pernah dialami dua atau lima tahun lalu dapat menjadi pemicu utama munculnya rasa terkunci tersebut.
Penyebab gangguan lutut pun tidak selalu tunggal. Faktor usia memang menjadi penentu, namun kondisi genetik dapat mempercepat degradasi sendi. Sebagai contoh, pengapuran sendi yang seharusnya muncul pada usia lanjut bisa terjadi lebih dini pada individu dengan predisposisi genetik tertentu.
Bentuk kaki yang tidak lurus, seperti kaki berbentuk huruf O, menjadi salah satu penanda genetik yang perlu dicermati. Individu dengan kondisi fisik demikian memiliki risiko mengalami pengapuran lutut lebih cepat dibandingkan mereka yang memiliki postur kaki normal.
Baca juga tulisan lainnya dari Putri Rahayu
Penulis: Putri Rahayu
Editor: Beritana Editor

















