WhatsApp Uji Coba Integrasi Meta AI Langsung pada Menu Navigasi Android

WhatsApp kembali melakukan perombakan antarmuka pengguna pada versi aplikasi Android mereka.
Pengembang kini tengah menguji perubahan pada bilah navigasi atau navigation bar untuk memudahkan akses pengguna. Perubahan ini terdeteksi melalui pembaruan beta dengan nomor versi 2.26.38.10.
Integrasi Meta AI menjadi fokus utama dalam desain ulang tersebut. Kecerdasan buatan milik perusahaan induk WhatsApp ini akan menempati posisi tetap di bilah navigasi utama.
Sebelumnya, tombol Meta AI hanya berupa ikon melayang yang berada tepat di atas tombol untuk membuat pesan baru atau compose. Perubahan ini menandakan pergeseran strategi Meta agar pengguna lebih sering berinteraksi dengan asisten virtual mereka.
Bilah navigasi tersebut kini mengadopsi bentuk yang lebih oval dengan tambahan efek transparan. Desain ini dibuat menyerupai tampilan navigasi yang sudah lama diterapkan pada aplikasi WhatsApp versi iOS.
Selain perubahan bentuk, pihak pengembang turut menyiapkan dukungan mode gelap atau dark mode untuk tampilan baru ini. Pendekatan visual tersebut cukup kontras jika dibandingkan dengan desain bilah navigasi konvensional di Android selama ini.
Sebagai informasi, bilah navigasi adalah elemen antarmuka yang paling sering digunakan oleh pengguna untuk berpindah antar tab obrolan maupun status. Karena masih dalam tahap pengembangan awal, beberapa kendala teknis pun masih terlihat.
Pada versi uji coba saat ini, tombol Meta AI terkadang masih muncul di dua lokasi secara bersamaan pada layar ponsel. Hal tersebut menjadi indikasi bahwa sistem masih memerlukan penyesuaian sebelum siap dirilis ke publik luas.
Proses pengembangan ini diperkirakan akan memakan waktu beberapa minggu ke depan. Detail visual maupun struktur akhir pada antarmuka tersebut masih sangat mungkin berubah sewaktu-waktu.
Langkah ini melengkapi rentetan pembaruan fitur berbasis kecerdasan buatan yang tengah dikejar oleh perusahaan. Sebelumnya, WhatsApp juga telah memperkenalkan fitur AI Agent untuk akun bisnis dan sistem peringatan penipuan atau scam alert bagi pengguna versi beta.
Integrasi teknologi kecerdasan buatan ke dalam aplikasi pesan instan kini menjadi tren besar di industri teknologi global. Perusahaan seperti Meta bersaing ketat untuk menanamkan ekosistem AI ke dalam perangkat lunak yang memiliki basis pengguna miliaran orang.
Di Indonesia sendiri, adopsi fitur cerdas pada aplikasi komunikasi sangat dinantikan karena efisiensi waktu yang ditawarkan. Pengguna lokal cenderung menyukai fitur yang mempermudah alur kerja harian melalui antarmuka yang bersih dan intuitif.
Masyarakat pengguna WhatsApp di Indonesia kini hanya perlu menunggu waktu hingga fitur ini digulirkan secara stabil. Pembaruan ini akan menghadirkan pengalaman navigasi yang lebih terintegrasi sekaligus modern pada perangkat berbasis Android.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor









