Google Rilis Fitur Health Guardian di Pixel Watch untuk Pantau Kesehatan

Google resmi meluncurkan fitur Health Guardian yang dirancang khusus untuk perangkat Pixel Watch 3, 4, dan 5 pekan ini.
Pembaruan perangkat lunak ini akan segera menyusul untuk perangkat Fitbit Air pada akhir tahun nanti, menghadirkan laporan tren tekanan darah dan estimasi resistensi insulin bagi para penggunanya.
Fitur baru ini tersedia melalui aplikasi Google Health versi 5.09 pada sistem operasi Android. Pengguna Pixel Watch dapat menikmati akses ini secara gratis, sementara pemilik Fitbit Air wajib berlangganan Google Health Premium dengan biaya USD 9,99 atau sekitar Rp155.000 per bulan.
Google merancang estimasi resistensi insulin guna melacak indikator awal risiko pre-diabetes atau diabetes tipe 2. Sistem ini bekerja dengan menganalisis pola detak jantung, variabilitas detak jantung, dan tingkat aktivitas harian pengguna secara berkala.
Pihak pengembang menekankan batasan penggunaan teknologi ini bagi konsumen. Mereka menyatakan bahwa fitur tersebut bukan merupakan alat pemindai medis atau alat diagnostik resmi untuk mendeteksi diabetes secara klinis.
Google menegaskan bahwa fitur ini bukan pemindai awal untuk diabetes. Peringatan ini bertujuan agar pengguna tidak mengandalkan data aplikasi sebagai dasar utama penanganan kesehatan tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis profesional.
Terdapat persyaratan teknis bagi pengguna yang ingin mengakses laporan bulanan pertama mereka pada 1 Oktober mendatang. Pengguna wajib memakai smartwatch setidaknya lima hari selama September untuk menghasilkan data tren tekanan darah yang akurat.
Sementara itu, pelacakan resistensi insulin memerlukan durasi pemakaian perangkat yang lebih lama. Pengguna harus memakai arloji pintar tersebut selama tujuh hari atau lebih, baik saat beraktivitas di siang hari maupun saat beristirahat di malam hari.
Perangkat yang bisa dikenakan seperti smartwatch kini semakin gencar mengintegrasikan data kesehatan metabolik untuk kebutuhan pencegahan penyakit. Langkah Google ini sejalan dengan tren industri teknologi yang mulai berfokus pada pemantauan kesehatan proaktif di tingkat personal.
Namun, masyarakat perlu memahami bahwa data yang dihasilkan oleh perangkat wearable bersifat informatif saja. Penggunaan data tersebut tetap memerlukan validasi dari dokter agar langkah medis yang diambil tepat sasaran dan tidak menimbulkan salah persepsi terhadap kondisi tubuh.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor













