Malaysia dan Thailand Resmi Gabung Proyek Stablecoin Lintas Batas Singapura

Bank Negara Malaysia dan Bank of Thailand secara resmi bergabung dengan inisiatif BLOOM yang digagas oleh Otoritas Moneter Singapura (MAS) pada Jumat pekan lalu.
Keterlibatan dua bank sentral tersebut menandai langkah baru dalam pengembangan ekosistem pembayaran digital di kawasan Asia Tenggara. Mereka kini bergabung sebagai anggota pengambil kebijakan untuk memperluas cakupan penggunaan aset kripto stabil atau stablecoin.
BLOOM merupakan singkatan dari Borderless, Liquid, Open, Online, Multi-currency yang dirancang sebagai wadah kolaborasi publik dan swasta. Inisiatif ini berfokus pada pemanfaatan stablecoin dan simpanan ter-tokenisasi untuk memfasilitasi transaksi lintas negara bagi berbagai lembaga keuangan global.
Penggunaan tokenisasi aset sendiri merujuk pada proses konversi hak atas aset nyata ke dalam bentuk token digital di blockchain. Tujuannya agar transfer aset menjadi lebih efisien tanpa harus bergantung pada infrastruktur perbankan tradisional yang sering kali memakan waktu lama.
MAS mengungkapkan bahwa BLOOM hadir untuk memangkas biaya operasional secara signifikan. Lembaga keuangan tidak perlu lagi membangun kesepakatan bilateral dengan setiap mitra di pasar yang berbeda.
Proses ini mempercepat waktu peluncuran layanan bagi nasabah. Efisiensi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi arus perdagangan lintas negara yang selama ini terhambat oleh perbedaan mata uang dan sistem kliring.
Inisiatif ini diluncurkan pada Oktober 2025 dengan mengacu pada kesuksesan Project Orchid. Perlu diketahui, Project Orchid adalah proyek percontohan sejak 2021 yang mengeksplorasi potensi dolar Singapura dalam bentuk digital atau mata uang digital bank sentral (CBDC).
Cakupan kerja BLOOM kini kian meluas ke sektor manajemen kas perusahaan hingga pembiayaan perdagangan. Bahkan, sistem ini juga mencakup pembayaran yang dieksekusi oleh agen berbasis kecerdasan buatan dalam batas yang telah ditentukan.
Berbagai raksasa teknologi keuangan global turut berpartisipasi dalam ekosistem ini. Beberapa nama besar yang terlibat meliputi Airwallex, Mastercard, Ripple, Visa, hingga World Bank Group.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor














