Mencicipi Pengalaman Nonton Film dengan Kacamata Pintar XREAL a01: Imersifkah?

Penggemar film selalu mencari cara baru untuk menikmati tontonan kesukaan, sebuah eksplorasi yang tak pernah berhenti dalam dunia hiburan visual. Kacamata pintar XREAL a01, salah satu model terbaru yang dirilis Mei tahun ini, hadir menawarkan potensi pengalaman menonton yang berbeda, memancing rasa penasaran saya sebagai seorang penikmat film.
Perangkat a01 bukanlah kacamata pintar dengan teknologi AR (Augmented Reality) yang rumit seperti Meta Orion atau Snap’s Specs yang kaya fitur perangkat lunak. Model ini pada dasarnya berfungsi sebagai monitor eksternal sederhana tanpa baterai atau mekanisme daya internal.
Pengoperasiannya mengandalkan kabel USB-C yang dicolokkan ke perangkat pilihan, yang kemudian menjadi sumber daya bagi kacamata tersebut. Dengan harga yang relatif terjangkau, sekitar USD 300 (setara Rp4,9 juta), perangkat ini diposisikan untuk segmen yang lebih luas.
Meskipun XREAL a01 dioptimalkan untuk bermain gim, terutama dengan perangkat genggam seperti Steam Deck—sebuah konsol gim portabel yang populer di kalangan PC gamer—perusahaan juga memasarkannya sebagai sarana menonton film dan serial TV. Mengingat minat saya pada sinema, saya segera mencoba menghubungkannya ke laptop pribadi dan memulai film “Wild at Heart” karya David Lynch dari Criterion Channel, sebuah platform streaming film klasik dan independen.
Saya cukup terkesan dengan kualitas gambar yang dihasilkan. Kacamata ini dilengkapi dengan panel OLED mini ganda yang menawarkan resolusi 1080p dengan tingkat kecerahan hingga 1.600 nits, menyajikan warna yang sangat hidup.
Sensasi menontonnya terasa seperti menggunakan proyektor rumahan yang sangat jernih pada dinding, bahkan mendekati pengalaman sinema drive-in atau bioskop tradisional jika dinikmati dalam ruangan gelap. Adegan Nicolas Cage dengan jaket kulit ular yang berkelahi dan bernyanyi lagu Elvis, terlihat begitu memukau.
Namun, pengalaman secara keseluruhan memunculkan beberapa pertanyaan mendasar. Mengapa saya harus memakai kacamata untuk menonton film yang juga diputar di laptop, dengan jarak hanya sekitar 14 inci?
XREAL menjelaskan bahwa perangkat ini menawarkan imersi yang lebih dalam, mengklaim proyeksi visualnya setara dengan menonton di layar 147 inci. Namun, redundansi menonton konten di dua layar yang berdekatan membuat tujuan utama perangkat ini menjadi ambigu.
XREAL juga mengusulkan fungsi a01 sebagai “monitor kedua” atau “layar yang dapat dikenakan,” tetapi lagi-lagi, kegunaannya patut dipertanyakan. Sangat sulit untuk melihat apapun selain yang diproyeksikan oleh kacamata, sehingga mustahil untuk bekerja menggunakan laptop sambil memakainya.
Kacamata ini juga bisa dihubungkan ke ponsel. Sayangnya, iPhone lama yang saya gunakan tidak kompatibel dengan kabel a01, sehingga memerlukan adaptor tambahan.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor















