Pemerintah AS Kucurkan Rp94 Triliun untuk Inovasi Komputasi Kuantum dan AI

Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengumumkan inisiatif sains ambisius senilai USD 6 miliar atau setara dengan Rp94 triliun guna mempercepat pengembangan teknologi masa depan.
Langkah ini mencakup kompetisi komputasi kuantum senilai USD 215 juta (sekitar Rp3,3 triliun) serta komitmen industri sebesar USD 2,4 miliar (sekitar Rp37,6 triliun) untuk perangkat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Departemen Energi Amerika Serikat telah menetapkan delapan aplikasi ilmiah sebagai panduan dalam kompetisi Quantum Genesis Q. Program ini menyediakan pendanaan terencana bagi perusahaan yang berhasil mengembangkan komputer kuantum tahan kesalahan atau fault-tolerant.
Teknologi komputer kuantum jenis ini dirancang agar dapat beroperasi tanpa gangguan teknis yang berarti saat memproses perhitungan sangat kompleks. Riset tersebut mencakup berbagai disiplin ilmu seperti kimia, sains material, fisika subatomik, hingga matematika terapan.
Kemajuan dalam bidang komputasi kuantum ini memicu kekhawatiran global terkait keamanan aset kripto yang berbasis pada sistem kriptografi kunci publik. Kriptografi adalah metode penyandian data yang digunakan untuk melindungi transaksi keuangan dan data digital dari akses pihak yang tidak berwenang.
Sejumlah pengawas keuangan di Uni Eropa bahkan telah mengeluarkan peringatan bahwa perkembangan komputer kuantum yang terlalu cepat berisiko merusak sistem keamanan blockchain. Komputer dengan daya komputasi tinggi dikhawatirkan mampu mencuri kunci pribadi pengguna melalui kunci publik yang terekspos.
Meski ancaman tersebut menjadi sorotan, para ahli menegaskan bahwa saat ini belum ada perangkat komputer kuantum yang memiliki kemampuan untuk melakukan peretasan skala besar terhadap aset kripto. Teknologi ini masih dalam tahap riset intensif di laboratorium global.
Selain sektor kuantum, Gedung Putih juga memastikan dukungan dari 11 perusahaan teknologi besar untuk memperkuat riset di 15 lembaga federal Amerika Serikat. Perusahaan-perusahaan raksasa tersebut menyumbangkan perangkat lunak AI dan kredit komputasi untuk mendukung inovasi pemerintah.
Nvidia tercatat memberikan komitmen sebesar USD 1 miliar (sekitar Rp15,6 triliun), sementara AMD berkontribusi USD 500 juta (sekitar Rp7,8 triliun). OpenAI turut menyumbang USD 200 juta, sedangkan Anthropic dan Google masing-masing memberikan dukungan senilai USD 150 juta.
Langkah ini mencerminkan upaya strategis pemerintah dalam menjaga daya saing di bidang teknologi global. Investasi besar tersebut diharapkan mampu memicu lahirnya terobosan baru dalam efisiensi komputasi di masa depan.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor









