
Ripple menjalin kemitraan strategis yang lebih dalam dengan perusahaan manajer investasi global, Brevan Howard. Langkah ini menandai perluasan layanan broker utama atau prime brokerage milik Ripple untuk menjangkau aset digital dan tradisional.
Perusahaan infrastruktur kripto tersebut kini menyediakan layanan kliring, pembiayaan, serta broker utama bagi dana kelolaan Brevan Howard. Brevan Howard merupakan manajer investasi asal Inggris yang memiliki total aset kelolaan mencapai USD 35 miliar, atau sekitar Rp551 triliun.
Kesepakatan ini memberikan akses bagi Brevan Howard ke dalam ekosistem Ripple Prime yang mencakup berbagai pasar keuangan. Mereka dapat mengelola portofolio aset digital melalui infrastruktur yang disediakan oleh Ripple secara lebih terintegrasi.
Hubungan kedua perusahaan sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, dana kelolaan afiliasi Brevan Howard turut berpartisipasi dalam pendanaan sebesar USD 500 juta, atau sekitar Rp7,8 triliun, bagi Ripple pada tahun 2025.
Investasi tersebut memberikan valuasi pasar kepada Ripple sebesar USD 40 miliar, atau setara dengan Rp630 triliun. Melalui kolaborasi lanjutan ini, kedua pihak berusaha memperkuat posisi mereka di tengah konvergensi antara pasar keuangan tradisional dan aset kripto.
Kepala Operasional Brevan Howard, Alan McGroarty, menyatakan bahwa pasar digital dan konvensional kini semakin saling terhubung. Kebutuhan terhadap infrastruktur aset digital berkualitas bagi investor institusi menjadi alasan utama kerja sama ini terus diperluas.
Brevan Howard sendiri dikenal sebagai manajer investasi yang melayani klien global berskala besar. Klien mereka meliputi dana kekayaan negara, dana pensiun publik, yayasan, hingga lembaga nirlaba besar di berbagai negara.
Ekspansi ini merupakan bagian dari upaya besar Ripple untuk mendominasi sektor layanan broker utama keuangan. Sebelumnya, Ripple telah mendapatkan modal sebesar USD 275 juta, atau sekitar Rp4,3 triliun, melalui penawaran surat utang senior pada Agustus lalu.
Dana tersebut dialokasikan untuk mendanai rencana pengembangan layanan broker utama serta kliring multi aset. Strategi ini semakin agresif setelah Ripple mengakuisisi perusahaan pialang Hidden Road senilai USD 1,25 miliar, atau sekitar Rp19,6 triliun, pada 2025.
Langkah Ripple ini mencerminkan tren di dunia keuangan global di mana teknologi blockchain mulai diadopsi oleh lembaga investasi raksasa. Para manajer investasi kini memerlukan sistem yang memungkinkan pergerakan aset lebih cepat dan aman dibandingkan sistem perbankan tradisional.
Kehadiran Ripple Prime memberikan solusi bagi investor institusi yang ingin masuk ke pasar kripto tanpa meninggalkan standar kepatuhan yang ketat. Infrastruktur yang mereka tawarkan memungkinkan proses kliring aset dilakukan secara otomatis dan efisien.
Bagi industri kripto, kehadiran pemain institusi besar seperti Brevan Howard melalui layanan Ripple dinilai sebagai pengakuan terhadap kematangan pasar aset digital. Sinergi ini diharapkan mampu mengurangi volatilitas melalui keterlibatan pelaku pasar yang lebih profesional dan terregulasi.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor