Mengenal Tradisi Petik Laut
Petik Laut merupakan ritual yang bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur atas kelimpahan dalam kelangsungan hidup masyarakat pesisir.

Petik Laut Sebagai Bentuk Syukur Masyarakat Pesisir

Bagi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir, laut merupakan sumber daya untuk kelangsungan pertumbuhan serta kesejahteraan mereka. Oleh karena itu mereka memiliki cara pandang tertentu terhadap sumber daya laut dan persepsi kelautan. Biasanya mereka yang tinggal di pesisir pantai memiliki budaya atau tradisi tertentu untuk menghormati kekuatan sumber daya laut. Tradisi ini umumnya dilakukan dalam bentuk ritual yang bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur karena telah memberikan kelimpahan dalam kelasngsungan hidup mereka.

Di Puger Kabupaten Jember, ritual ini berkembang setelah kedatangan orang Madura, dan mereka terkenal sebagai pelaut. Ritual ini biasanya dikenal dengan nama Petik Laut. Menurut catatan sejarah, ritual Petik Laut ini sudah dlakukan sejak tahun 1930 dengan dipimpin oleh dukun.

Petik Laut di Puger tidak hanya dilakukan sebagai bentuk rasa syukur saja, tetapi juga sebagai bentuk doa pada Tuhan agar para nelayan diberi keselamatan, dijauhkan dari marabahaya, serta bentuk doa agar diberikan rejeki yang melimpah.

Selain aspek spiritual, tradisi ini juga menggambarkan hubungan sosial antarmasyarakat yang erat. Hubungan yang sakin membutuhkan dalam tradisi ini merupakan gambaran sehari-hari dalam kehidupan nelayan. Hubungan tersebut membuat masyarakat pesisir menjadi egaliter, tidak ada masyarakat yang merasa memiliki status paling tinggi.

Awalnya Petik Laut di Puger hanyalah ritual sederhana yang terdiri dari selamatan yang diiringi adanya sesaji. Dalam selamatan dibacakan doa, yaitu Yasin dan Tahlil. Setelah dibacakan doa sesaji dibuang ke laut sebagai bentuk persembahan pada Ratu Laut Selatan. Selamatan ini pun hanya dilakukan di tempat pendaratan ikan.

Pada perkembangan selanjutnya Puger mulai dilirik oleh Pemerintah Daerah dan akhirnya ditetapkan sebagai Pantai Wisata. Perkembangan tersebut akhirnya membuat Petik Laut mengalami perubahan. Tradisi Petik Laut tidak lagi sederhana melainkan menjadi lebih meriah. Tidak hanya diikuti oleh penduduk setempat tetapi juga diikuti oleh wisatawan di luar Puger.



YOUR REACTION?

Facebook Conversations