Belanja Ritel AS Terjun di Maret, Konsumen Tarik Rem Akibat Isu Resesi

Belanja ritel di Amerika Serikat (AS) merosot pada Maret, lebih dari perkiraan, karena konsumen menahan pengeluaran di tengah krisis perbankan yang memicu kekhawatiran resesi.
Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Jumat (14/4) bahwa penjualan ritel, yang disesuaikan secara musiman namun belum inflasi, turun 1% pada Maret dibandingkan bulan sebelumnya. Angka ini lebih tajam dari proyeksi penurunan 0,4% menurut Refinitiv, serta melebihi revisi penurunan 0,2% pada Februari.
Para investor menilai sebagian dari pelemahan ini disebabkan oleh berkurangnya pengembalian pajak dan kekhawatiran terhadap melambatnya pasar tenaga kerja.
Internal Revenue Service (IRS), badan pajak AS, mengeluarkan pengembalian pajak senilai USD 84 miliar (sekitar Rp1.365 triliun) pada Maret tahun ini, sekitar USD 25 miliar (sekitar Rp406 triliun) lebih sedikit dibandingkan Maret 2022. Demikian analisis dari BofA.













