
Sejarah balapan motor kelas dunia selalu melahirkan legenda baru yang memperebutkan rekor kemenangan terbanyak di MotoGP. Dominasi para pebalap ini tidak hanya diukur dari gelar juara dunia, melainkan juga dari konsistensi mereka berdiri di podium tertinggi dari era mesin dua tak 500cc hingga mesin empat tak modern.
Valentino Rossi masih kokoh memimpin daftar sejarah ini dengan catatan fantastis berupa 89 kemenangan di kelas utama selama kariernya yang membentang lebih dari dua dekade.
Pebalap berjuluk The Doctor tersebut mendominasi dekade pertama tahun 2000-an bersama dua pabrikan raksasa asal Jepang, Honda dan Yamaha. Rivalitas sengit dengan berbagai generasi pebalap membuat pencapaian Rossi di lintasan balap sulit ditandingi. Keputusannya untuk pensiun pada akhir musim 2021 menandai berakhirnya era keemasan pebalap Italia tersebut.
Di posisi kedua, legenda hidup asal Italia lainnya, Giacomo Agostini, mengoleksi 68 kemenangan di kelas utama. Sebagian besar kesuksesannya diraih pada era 1960-an dan 1970-an saat mengendarai motor legendaris MV Agusta.
Satu-satunya pebalap aktif yang berpeluang besar melampaui rekor para pendahulunya adalah bintang asal Spanyol, Marc Marquez.
Hingga pertengahan musim balap tahun ini, pebalap andalan Gresini Racing tersebut telah mengumpulkan 62 kemenangan di kelas premier. Cedera lengan kanan yang parah pada musim 2020 sempat menghambat laju penambahan jumlah podium pertamanya secara signifikan. Namun, kepindahannya ke tim satelit Ducati perlahan mengembalikan performa terbaiknya di atas lintasan balap.
Selanjutnya, nama Mick Doohan berada di peringkat keempat dengan torehan 54 kemenangan bersama tim pabrikan Honda. Pebalap asal Australia ini mendominasi dekade 1990-an dengan meraih lima gelar juara dunia berturut-turut sebelum cedera parah memaksanya pensiun dini.
Jorge Lorenzo menyusul di urutan kelima dengan koleksi 47 kemenangan yang diraihnya saat membela Yamaha, Ducati, dan Honda.
Gaya membalapnya yang mulus bagai mentega membuat Lorenzo menjadi salah satu rival paling tangguh bagi Rossi dan Marquez. Tepat di bawah Lorenzo, terdapat Casey Stoner yang mencatatkan 38 kemenangan sepanjang kariernya yang tergolong singkat. Pebalap Australia tersebut mengejutkan dunia balap dengan mempersembahkan gelar juara dunia pertama untuk Ducati sebelum pensiun pada usia 27 tahun.
Legenda balap Inggris dari era klasik, Mike Hailwood, berada di posisi berikutnya dengan koleksi 37 kemenangan. Hailwood yang aktif pada era 1960-an dikenal sebagai salah satu pebalap paling serbabisa dalam sejarah olahraga motor.
Dua nama besar lainnya, Eddie Lawson dan Dani Pedrosa, berbagi tempat dengan masing-masing mengoleksi 31 kemenangan di kelas utama.
Meskipun Pedrosa tidak pernah meraih gelar juara dunia di kelas premier, konsistensinya bersama Repsol Honda menempatkannya sejajar dengan para juara dunia. Di peringkat kesepuluh, legenda Suzuki asal Amerika Serikat, Kevin Schwantz, menorehkan 25 kemenangan dengan gaya berkendara yang agresif. Gaya agresif tersebut membuatnya menjadi salah satu ikon balap motor paling populer pada awal era 1990-an.
Daftar elite ini ditutup oleh rival abadi Schwantz, yaitu Wayne Rainey, yang mencatatkan 24 kemenangan sebelum kecelakaan di Sirkuit Misano mengakhiri kariernya secara tragis. Rivalitas sengit antara Rainey dan Schwantz tetap dikenang sebagai salah satu persaingan terbaik yang pernah ada di atas aspal sirkuit.
Pergeseran teknologi mesin dan evolusi aerodinamika motor modern kini membuat persaingan merebut kemenangan di kelas utama MotoGP menjadi kian ketat dan tidak terprediksi.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
