Proyeksi Harga Emas Dunia Tembus US$ 5.200 per Troy Ounce pada 2027

Lembaga keuangan global asal Swiss, UBS, merilis analisis terbaru yang memprediksi proyeksi harga emas dunia akan terus merangkak naik hingga pertengahan tahun 2027. Kenaikan instrumen investasi aman ini dipicu oleh akumulasi pembelian dari berbagai bank sentral dunia serta kekhawatiran terhadap tingginya utang pemerintah global.
Sebagai informasi, troy ounce merupakan satuan pengukuran berat standar internasional yang khusus digunakan untuk logam mulia dengan satu troy ounce setara dengan 31,1 gram.
Pada penutupan perdagangan pertengahan September 2026, harga komoditas ini menguat sebesar 0,75 persen ke level US$ 4.348,93 atau sekitar Rp69,5 juta per troy ounce. UBS memperkirakan harga komoditas ini akan menyentuh level US$ 4.600 (sekitar Rp73,6 juta) per troy ounce pada Desember 2026. Tren penguatan tersebut diproyeksikan berlanjut hingga menembus US$ 5.000 (sekitar Rp80 juta) pada Maret 2027, sebelum mencapai puncak US$ 5.200 (sekitar Rp83,2 juta) pada Juni 2027.
Prospek positif ini tetap bertahan meskipun pasar mengantisipasi kebijakan moneter ketat dari bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve. Otoritas moneter tersebut diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak dua kali sepanjang tahun 2026.
"Kami memperkirakan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dua kali pada tahun 2026, sehingga meningkatkan biaya peluang dalam memegang emas yang merupakan aset tanpa imbal hasil langsung," tulis analis UBS dalam laporan resminya.
Meskipun suku bunga tinggi biasanya menekan emas, permintaan fisik dari berbagai institusi keuangan negara tetap menunjukkan tren yang kuat. Langkah ini didorong oleh strategi diversifikasi cadangan devisa untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang dolar Amerika Serikat. Sebagai contoh, People's Bank of China selaku bank sentral Tiongkok tercatat memborong 650.000 ons emas pada Agustus 2026, meningkat dari 640.000 ons pada bulan sebelumnya.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor

















