
Google baru saja melakukan pembaruan kebijakan privasi yang memungkinkan penggunaan data pribadi pengguna untuk kepentingan iklan yang lebih terarah. Kebijakan ini mulai berlaku efektif sejak 16 Oktober 2024 bagi seluruh pengguna layanan Android di dunia.
Perubahan ini mencakup pemanfaatan informasi dari layanan utama seperti Gmail, Google Drive, hingga Google Photos untuk menentukan target iklan. Sebelumnya, Google secara tegas menyatakan bahwa konten pribadi dalam layanan tersebut tidak akan pernah digunakan sebagai dasar penayangan iklan.
Namun, klausul baru tersebut kini menyisakan celah pengecualian bagi pengguna yang mengaktifkan fitur Personal Intelligence. Jika fitur ini aktif, Google memiliki wewenang untuk menyambungkan data dari berbagai aplikasi tersebut guna mendukung sistem periklanan yang lebih presisi bagi pengiklan.
Personal Intelligence merupakan inisiatif kecerdasan buatan dari Google yang memungkinkan asisten Gemini mengakses informasi lintas platform. Saat fitur ini diaktifkan, data pengguna dari Gmail, Photos, dan Drive dapat digunakan untuk memberikan rekomendasi konten atau iklan yang relevan melalui mesin pencarian Google.
Meskipun Google menekankan bahwa pengiklan tidak akan melihat detail identitas pribadi seperti nama atau alamat email pengguna, langkah ini memicu kekhawatiran terkait privasi digital. Pengguna kini dihadapkan pada pilihan sulit antara kenyamanan fitur AI atau kerahasiaan data pribadi mereka.
Bagi pengguna yang merasa keberatan dengan kebijakan baru tersebut, pihak Google masih menyediakan opsi untuk membatasi akses. Pengguna disarankan segera memeriksa pengaturan akun melalui menu Data & privacy guna menonaktifkan fitur rekomendasi personal agar data tetap aman.
Langkah penyesuaian pengaturan ini dapat dilakukan dengan mengakses My Account, memilih opsi Personalization settings, lalu menuju bagian Manage Personalized Recommendations in Search. Di sana, pengguna dapat memilih untuk mematikan seluruh fitur rekomendasi yang dipersonalisasi jika tidak menginginkan data mereka diproses oleh sistem iklan Google.
Penting bagi pengguna untuk tetap waspada terhadap perubahan syarat layanan yang dilakukan perusahaan teknologi besar. Mengingat dominasi ekosistem Google di perangkat Android, kebijakan ini akan berdampak luas bagi jutaan pengguna yang terbiasa menyimpan memori pribadi dan dokumen penting di layanan awan mereka.
Ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap layanan Google, terutama untuk kebutuhan pekerjaan dan penyimpanan galeri foto, menjadikan kebijakan privasi baru ini sebuah isu yang layak diperhatikan. Transparansi dalam penggunaan data menjadi tantangan besar di tengah akselerasi teknologi berbasis kecerdasan buatan.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor