![Google Wallet rolling out notifications feed, support for more digital passports [U]](https://cdn.beritana.com/media/2026/10/google-wallet-rolling-out-notifications-feed-support-for-more-digital-passports.webp)
Google Wallet untuk perangkat Android resmi menerima pembaruan sistem yang membawa fitur pusat notifikasi serta perluasan cakupan dokumen identitas digital. Langkah ini dilakukan perusahaan untuk mempermudah akses informasi pengguna dalam satu dasbor terpadu.
Pengguna kini dapat menemukan ikon lonceng di sudut kanan atas layar utama aplikasi, tepat di samping pengalih profil. Saat ikon tersebut ditekan, sebuah jendela feed akan terbuka untuk menampilkan berbagai pembaruan terkini terkait item yang tersimpan di dalam dompet digital tersebut.
Pihak pengembang menyatakan bahwa pusat pesan dalam aplikasi ini sudah mulai didistribusikan kepada pengguna melalui pembaruan di sisi server. Fitur ini dirancang agar pengguna tidak melewatkan informasi krusial mengenai saldo, tiket, maupun dokumen identitas mereka.
Selain pembaruan antarmuka, Google Wallet memperluas dukungan untuk dokumen paspor digital yang secara resmi disebut sebagai ID pass di dalam aplikasi. Penggunaan fitur ini bergantung pada regulasi di masing-masing negara terkait penerimaan dokumen identitas digital oleh otoritas setempat.
Sebagai contoh, di Amerika Serikat, pemegang paspor digital dapat melewati pemeriksaan keamanan di bandara melalui Transportation Security Administration (TSA). Proses ini melibatkan teknologi NFC atau pemindaian kode QR untuk verifikasi identitas yang lebih cepat dan efisien.
TSA merupakan badan pemerintah Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas keamanan perjalanan di bandara. Kehadiran teknologi ini mengurangi ketergantungan pada dokumen fisik saat penumpang harus melalui jalur antrean pemeriksaan keamanan.
Daftar negara yang mendukung fitur paspor digital kini bertambah secara signifikan. Setelah sebelumnya mencakup Brasil, Singapura, Taiwan, Inggris, dan Amerika Serikat, kini Google mulai membuka akses untuk pengguna di Estonia, Irlandia, Italia, hingga Spanyol.
Meski demikian, perlu dicatat bahwa ketersediaan di negara-negara baru tersebut belum sepenuhnya merata bagi seluruh pengguna. Proses distribusi fitur dilakukan secara bertahap untuk memastikan stabilitas sistem di wilayah tersebut.
Prosedur penambahan paspor ke dalam aplikasi cukup sederhana bagi pengguna yang berada di wilayah cakupan. Anda cukup menekan tombol tambah di bagian bawah aplikasi, lalu memilih menu IDs & personal info diikuti dengan opsi ID pass.
Sistem akan mengarahkan pengguna untuk memindai halaman informasi paspor dan chip keamanan yang tertanam di dalam dokumen. Langkah terakhir mengharuskan pengguna merekam video wajah mereka untuk keperluan verifikasi identitas secara biometrik.
Pengguna akan menerima notifikasi otomatis setelah proses verifikasi selesai dilakukan oleh pihak sistem. Keamanan menjadi prioritas utama Google dalam mengintegrasikan dokumen sensitif ke dalam perangkat seluler pengguna di seluruh dunia.
Pembaruan ini menunjukkan ambisi besar Google dalam memosisikan Wallet sebagai pengganti dompet fisik yang lebih cerdas. Dengan menggabungkan kartu pembayaran, tiket perjalanan, dan dokumen identitas resmi, aplikasi ini menjadi pusat mobilitas digital pengguna di masa depan.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor