Meta VR Glasses dan Xreal Aura Segera Hadir, Persaingan Perangkat Spatial Computing Memanas

Meta dan Xreal kini bersiap meramaikan pasar perangkat spatial computing dengan meluncurkan kacamata pintar generasi terbaru yang menawarkan kenyamanan lebih baik dibandingkan headset VR konvensional.
Meta dijadwalkan merilis Meta VR Glasses pada musim semi 2027 dengan banderol harga 1.299 dolar AS atau sekitar Rp20,4 juta. Sementara itu, Xreal Aura hasil kolaborasi strategis dengan Google diproyeksikan meluncur ke publik lebih cepat, yakni sebelum pengujung tahun 2026.
Kedua perangkat ini membidik segmen pengguna yang menginginkan pengalaman realitas virtual tanpa harus mengenakan headset berukuran besar dan berat. Strategi desain yang mereka pilih adalah memisahkan unit komputasi, sehingga baterai serta unit pemroses pusat atau CPU tidak menumpuk di bagian depan wajah.
Secara teknis, kacamata pintar ini dibekali chip Snapdragon Reality Elite yang menjanjikan performa tinggi. Pengguna akan dimanjakan dengan sudut pandang atau field of view mencapai 70 derajat, memberikan cakupan visual yang luas saat beraktivitas di ruang digital.
Meta VR Glasses tampil dengan Meta OS dan memiliki bobot ringan hanya 100 gram. Keunggulan utama perangkat ini terletak pada layar MicroOLED yang telah mengantongi sertifikasi Dolby Vision, Dolby Color, serta IMAX untuk pengalaman sinematik yang lebih nyata.
Selain layar canggih, Meta juga menanamkan empat sensor presisi tinggi pada kacamatanya. Sensor ini bertugas memproses pelacakan mata, wajah, serta gerakan tangan pengguna dengan akurasi yang lebih tajam dibandingkan perangkat pesaing di kelasnya.
Di sisi lain, Xreal Aura memilih untuk menggunakan sistem operasi Android XR. Salah satu keunggulan kompetitif yang ditawarkan adalah integrasi mendalam dengan Gemini Live, teknologi kecerdasan buatan dari Google yang dirancang untuk mempermudah interaksi pengguna.
Bobot kacamata Xreal Aura sedikit di bawah 95 gram dan dirancang agar kompatibel dengan berbagai platform game populer. Perangkat ini bisa dihubungkan ke konsol portabel seperti Steam Deck dan Nintendo Switch 2, memberikan fleksibilitas akses yang luas bagi para gamer.
Meski demikian, pengamat mencatat kontrol gestur pada Xreal Aura masih memerlukan penyempurnaan sebelum dipasarkan secara massal. Teknologi ini memang tergolong baru dan butuh adaptasi perangkat lunak agar responsnya sesuai dengan keinginan pengguna.
Untuk daya tahan penggunaan, kedua kacamata tersebut mampu bertahan sekitar tiga jam dalam satu kali pengisian penuh. Durasi ini cukup untuk menikmati sesi permainan intensif atau sekadar melakukan pemantauan multi-layar saat bekerja.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai jadwal ketersediaan maupun penyesuaian harga untuk pasar Indonesia. Para peminat di tanah air mungkin harus menunggu lebih lama mengingat fokus peluncuran awal perusahaan sering kali menyasar pasar Amerika Serikat dan Eropa.
Kehadiran perangkat ini menandai pergeseran tren teknologi wearable dari sekadar alat hiburan menjadi instrumen produktivitas yang ergonomis. Konsumen kini memiliki lebih banyak opsi untuk menjajal teknologi masa depan tanpa harus merasa terbebani oleh perangkat yang kaku.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor









