
Standard Chartered resmi membuka akses perdagangan mata uang kripto bagi nasabah kelas atas di Uni Emirat Arab (UEA). Kini, mereka dapat membeli dan menjual Bitcoin serta Ethereum langsung melalui rekening bank mereka sendiri.
Langkah ini meniadakan ketergantungan nasabah pada dompet digital pihak ketiga atau platform eksternal yang selama ini kerap menjadi tantangan bagi investor kripto. Pihak bank menyatakan sistem ini memberikan keamanan yang jauh lebih terjamin.
Layanan tersebut pertama kali tersedia bagi nasabah yang dikategorikan sebagai investor profesional. Peluncuran ini telah mengantongi izin dari Virtual Assets Regulatory Authority (VARA) di Dubai, sebuah badan pengawas khusus yang mengatur aset virtual di kawasan tersebut.
Transaksi dilakukan sepenuhnya dalam ekosistem perbankan mereka sendiri. Standard Chartered mengelola penyimpanan dan penyelesaian aset secara menyeluruh melalui model tertutup guna meminimalisasi risiko dari pihak luar.
Produk ini merupakan hasil kolaborasi lintas unit Wealth and Retail Banking serta Corporate and Investment Banking. Mereka juga bekerja sama dengan Zodia Markets, sebuah perusahaan perdagangan aset digital yang didukung oleh sayap ventura bank tersebut, SC Ventures.
Samir Subberwal, kepala global solusi kekayaan dan produk ritel, menyebut peluncuran ini sebagai tonggak penting bagi institusi mereka. Menurutnya, nasabah kini menginginkan akses perdagangan yang dibalut dengan standar keamanan sebuah institusi perbankan yang teregulasi ketat.
Rola Abu Manneh, CEO Standard Chartered untuk kawasan UEA, Timur Tengah, dan Pakistan, menilai pemilihan lokasi ini didasarkan pada ekosistem regulasi yang sangat mendukung. Selain itu, Dubai merupakan salah satu dari empat pusat pengelolaan kekayaan global milik bank tersebut.
Sebelumnya, layanan perdagangan kripto bank ini hanya terbatas pada nasabah institusional saja. Pada Juli 2025, bank ini menjadi lembaga keuangan global pertama yang dianggap krusial bagi sistem keuangan dunia atau yang dikenal dengan istilah terlalu besar untuk gagal, yang menawarkan perdagangan spot Bitcoin dan Ethereum melalui cabang di Inggris.
Ekspansi layanan ini di UEA melengkapi kehadiran unit perdagangan yang telah beroperasi di Dubai International Financial Centre sejak bulan lalu. Sebelumnya, layanan kustodian atau penyimpanan kripto dari pihak bank telah lebih dulu hadir di UEA pada September 2024.
Sebelum kemudahan ini tersedia, nasabah hanya bisa menjangkau aset kripto melalui jalur tidak langsung. Mereka menggunakan instrumen seperti reksa dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) atau derivatif yang nilainya mengacu pada harga aset kripto tertentu.
Kini, nasabah memiliki kepemilikan langsung atas aset digital tersebut yang tersimpan aman di bawah perlindungan bank. Kebijakan ini sekaligus menunjukkan sikap optimistis Standard Chartered terhadap masa depan pasar mata uang kripto secara global.
Analis dari bank tersebut secara konsisten memberikan proyeksi positif terhadap harga Bitcoin. Bahkan, kepala riset aset digital mereka, Geoff Kendrick, menyatakan berakhirnya masa sulit pasar atau crypto winter setelah harga Bitcoin sempat terkoreksi signifikan dari nilai puncaknya.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor