Gedung Kementerian Pendidikan Albania Terbakar Saat Aksi Protes Mahasiswa

Situasi di Tirana, ibu kota Albania, memanas setelah Gedung Kementerian Pendidikan mengalami kebakaran di tengah aksi protes mahasiswa yang berlangsung selama dua hari berturut-turut.
Ribuan mahasiswa turun ke jalan untuk menyuarakan ketidakpuasan terhadap pemerintah. Mereka menuntut perbaikan kondisi universitas, pengurangan biaya pendidikan, hingga jaminan prospek kerja setelah lulus.
Aksi yang dimulai dengan damai pada Selasa kemarin berubah menjadi kericuhan ketika sebagian massa mulai melemparkan batu bata ke arah gedung kementerian. Mereka juga merusak pembatas jalan dan membalikkan tempat sampah di sekitar lokasi.
Kepolisian Tirana segera mengerahkan unit anti-huru-hara untuk membubarkan kerumunan. Gas air mata dan meriam air digunakan untuk menghalau massa yang semakin beringas di depan kantor kementerian tersebut.
Tidak hanya gedung kementerian, sebuah bank yang berada di dekat lokasi kejadian juga dilaporkan terbakar. Saksi mata di lapangan melihat api berkobar di bangunan tersebut saat kerusuhan pecah.
Pihak kepolisian mencatat sekitar 40 orang telah diamankan terkait kerusuhan ini. Sebanyak 13 orang dilaporkan terluka, di mana enam di antaranya adalah personel kepolisian yang bertugas mengamankan area.
Wakil Perdana Menteri Albana Kociu mengecam keras tindakan destruktif tersebut melalui media sosial. Ia menyayangkan perilaku anarkis yang merusak properti publik sebagai bentuk penyampaian aspirasi.
Menurut Kociu, tindakan tersebut mencerminkan kebiasaan lama pihak tertentu yang memanfaatkan energi kaum muda untuk menutupi ketidakmampuan politik mereka sendiri. Ia pun mendesak mahasiswa untuk menjauhkan diri dari aksi vandalisme.
Gelombang protes ini merupakan eskalasi dari ketegangan politik yang sudah berlangsung sejak Mei tahun ini. Masyarakat Albania sebelumnya juga sempat melakukan demonstrasi terkait isu lingkungan yang dikenal dengan istilah Flamingo Revolution.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor











