Sering Dikira GERD, Kenali Gejala Penyakit Jantung yang Sering Diabaikan

Rasa tidak nyaman pada area dada setelah makan sering kali dianggap sebagai gangguan pencernaan atau asam lambung yang dikenal dengan istilah GERD. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi sinyal bahaya adanya masalah serius pada organ jantung.
Seorang pasien wanita paruh baya sempat mengalami sesak dan nyeri dada selama hampir dua tahun. Karena keluhan itu muncul setiap kali selesai makan, ia sempat mengira masalah tersebut murni berasal dari sistem pencernaannya.
Berbagai pengobatan rumahan dan obat lambung sudah dikonsumsi tanpa hasil yang memuaskan. Setelah pemeriksaan medis menyeluruh, dokter menemukan adanya penyumbatan signifikan pada arteri koroner pasien tersebut yang menghambat aliran darah ke otot jantung.
Prosedur angioplasti dan pemasangan stent akhirnya harus dilakukan demi memulihkan sirkulasi darah. Angioplasti adalah tindakan medis untuk membuka pembuluh darah yang tersumbat, sementara stent adalah alat kecil berbentuk tabung yang dipasang untuk menjaga pembuluh darah tetap terbuka.
Dr. Kiran Deepak, Kepala Departemen Jantung di Rumah Sakit Saideep Sahyadri, menjelaskan bahwa gejala penyakit arteri koroner memang sering menyerupai gangguan lambung. Kondisi ini membingungkan pasien karena posisi lambung dan jantung yang letaknya berdekatan dalam rongga dada.
Nyeri dari organ yang berbeda ini terkadang memicu sensasi tumpang tindih di area tubuh yang sama. Pada kasus angina, otot jantung gagal mendapatkan pasokan darah kaya oksigen secara maksimal sehingga memicu rasa tertekan, sensasi terbakar, atau rasa berat di dada.
Baca juga tulisan lainnya dari Putri Rahayu
Penulis: Putri Rahayu
Editor: Beritana Editor







:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379462/original/095287800_1792633034-Khvicha_Kvaratskhelia.jpg)

