Apabila anak menunjukkan reaksi emosional seperti menangis atau tantrum, orang tua diharapkan tetap tenang dan memberikan dukungan kehadiran tanpa harus memberikan nasihat panjang lebar.
Kalimat sederhana seperti pernyataan bahwa anak berada dalam kondisi aman dapat memberikan rasa nyaman yang dibutuhkan si kecil untuk menenangkan diri.
Setelah emosi anak mereda, orang tua dapat mulai meninggalkan kamar secara bertahap saat anak sudah menunjukkan tanda-tanda lebih tenang dan bersiap untuk tidur.
Kegagalan pada malam pertama adalah hal lumrah, sehingga proses ini mungkin memerlukan repetisi selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu hingga keberhasilan tercapai.
Bagi orang tua, penting pula untuk mengelola emosi pribadi agar tetap stabil selama mendampingi proses ini, misalnya dengan berbagi beban kepada pasangan atau orang terdekat.
Kondisi mental orang tua yang terjaga dengan baik akan memudahkan proses pendampingan, sehingga anak pun merasa lebih tenang saat harus belajar tidur sendiri di ruang pribadinya.