8 Strategi Efektif Melatih Anak Tidur Sendiri dengan Pendekatan Psikologis

Memasuki usia sekolah, kemandirian anak menjadi target pengembangan utama bagi orang tua, termasuk melatih mereka untuk tidur di kamar terpisah secara konsisten.
Proses transisi ini sering kali menantang dan memakan waktu cukup panjang hingga sang buah hati terbiasa dengan rutinitas baru tersebut.
Menurut panduan dari Hand in Hand Parenting, kesiapan mental orang tua adalah fondasi utama sebelum memulai proses adaptasi bagi anak.
Orang tua disarankan untuk membangun komunikasi yang tenang mengenai alasan pemisahan tempat tidur tersebut tanpa menunjukkan ekspresi frustrasi kepada si kecil.
Konsistensi dalam memberikan penjelasan akan membantu anak memahami bahwa pola tidur mandiri adalah bagian dari tahap tumbuh kembang yang harus dilalui.
Selain komunikasi verbal, aktivitas fisik pada siang hari juga memiliki peran besar dalam memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak.
Waktu berkualitas yang dihabiskan bersama di siang hari dapat meningkatkan rasa percaya diri anak sehingga mereka tidak mudah merasa cemas atau takut saat harus menghadapi malam hari sendirian di kamarnya.
Ketika malam tiba, orang tua dapat menerapkan metode transisi secara perlahan, yakni tidak langsung meninggalkan kamar begitu anak mulai menunjukkan penolakan.
Kehadiran orang tua di dekat tempat tidur anak memberikan ruang bagi mereka untuk mengungkapkan perasaan takut atau gelisah yang dirasakan selama proses adaptasi tersebut.
Baca juga tulisan lainnya dari Putri Rahayu
Penulis: Putri Rahayu
Editor: Beritana Editor















