Aliansi Perempuan Indonesia Aksi Tuntut Penurunan Harga Pokok dan Evaluasi MBG

Aliansi Perempuan Indonesia berencana menggelar aksi turun ke jalan pada Kamis, 18 Juni 2026, menyuarakan sejumlah tuntutan krusial terkait kondisi perekonomian nasional.
Aksi simbolik ini, yang salah satunya menuntut penghentian sementara program makan bergizi gratis (MBG), dilakukan karena Aliansi Perempuan Indonesia menilai situasi di Tanah Air sedang tidak baik-baik saja.
Fanda Puspitasari, perwakilan dari aliansi tersebut, mengungkapkan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) telah memicu lonjakan harga kebutuhan pokok, termasuk pangan di pasaran.
"Kenaikan harga BBM cukup berdampak pada situasi perekonomian, khususnya pada golongan menengah ke bawah dan akar rumput," kata Fanda melalui pesan WhatsApp pada Rabu, 17 Juni 2026.
Menanggapi kondisi tersebut, aliansi ini akan membawa tiga tuntutan utama dalam aksinya. Pertama, mereka mendesak pemerintah untuk segera menurunkan harga bahan-bahan pokok yang melambung tinggi di pasaran, termasuk komoditas pangan esensial.
Tuntutan kedua Aliansi Perempuan Indonesia adalah penghentian sementara proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) agar dapat dievaluasi secara menyeluruh. Tujuannya untuk meninjau ulang total tata kelola proyek unggulan Presiden Prabowo Subianto ini, memastikan efektivitas dan transparansi anggarannya.
Menurut Fanda, evaluasi MBG tidak cukup hanya dengan mengganti unsur pimpinan di Badan Gizi Nasional. Perbaikan menyeluruh yang melibatkan audit komprehensif dan restrukturisasi sistemik menjadi keharusan, demi memastikan manfaat program dapat dirasakan optimal oleh masyarakat.
"Karena itu kami menuntut setop MBG untuk dievaluasi besar," ujar pegiat dari Institut Sarinah itu.
Tuntutan ketiga adalah realisasi janji pemerintahan Prabowo Subianto dalam menciptakan lapangan kerja yang layak bagi masyarakat. Fanda menyoroti fakta di lapangan yang menunjukkan masih banyaknya masyarakat Indonesia yang tak memiliki pekerjaan, bahkan mereka yang bekerja pun rentan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).
Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, tercatat 23.470 pekerja mengalami PHK selama Januari hingga Mei 2026. Meskipun jumlah ini lebih rendah dari angka tahun sebelumnya yang mencapai 46.015 orang, tingginya angka PHK tetap mengindikasikan adanya tantangan serius dalam sektor ketenagakerjaan nasional.
"Jadi, untuk aksi simbolik esok hari ada tiga tuntutan krusial yang kami suarakan: turunkan harga kebutuhan pokok, setop MBG, dan realisasikan penciptaan lapangan kerja," pungkas Fanda, menegaskan kembali fokus perjuangan mereka.
Aksi simbolik Aliansi Perempuan Indonesia ini dijadwalkan akan berlangsung di Kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Dalam aksinya, para peserta akan membawa sejumlah perkakas dapur dan mengenakan pakaian berwarna merah muda sebagai simbolisasi perjuangan ibu-ibu rumah tangga dan para perempuan dalam menghadapi krisis ekonomi.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor










