Kuil Otagi Nenbutsuji, Jejak 1.200 Patung Batu Unik di Kyoto

Kuil Otagi Nenbutsuji di Kyoto, Jepang, menawarkan daya tarik wisata yang berbeda melalui koleksi 1.200 patung batu dengan ekspresi wajah yang sangat beragam. Destinasi yang terletak di kawasan Saga-Toriimoto ini memberikan pengalaman budaya unik bagi para pengunjung yang ingin melarikan diri dari keramaian pusat wisata Arashiyama.
Ribuan patung batu yang menghiasi kompleks kuil tersebut dikenal sebagai rakan. Dalam ajaran Buddha, rakan merupakan sebutan bagi murid-murid Buddha yang telah berhasil mencapai tingkatan pencerahan spiritual.
Setiap pahatan memiliki karakter visual yang sangat distingtif sehingga tidak ada satu ekspresi pun yang mendominasi deretan koleksi tersebut. Wisatawan dapat dengan mudah menemukan patung dengan wajah ceria, tertawa lebar, meringis, hingga ekspresi terkejut yang tertangkap dengan detail artistik.
Selain variasi wajah, beberapa patung juga digambarkan sedang melakukan aktivitas manusiawi seperti berdoa, berbincang, bahkan berolahraga. Keberagaman pose ini memberikan kesan hidup pada koleksi batu yang tersusun rapi di area kuil.
Koleksi rakan dalam jumlah besar ini merupakan hasil dari proyek pemugaran kuil yang digagas pada tahun 1980-an. Saat itu, kepala pendeta kuil bekerja sama dengan pematung ternama Kouchou Nishimura untuk melibatkan masyarakat umum dalam proses pembuatan patung.
Awalnya, pihak kuil hanya menargetkan pembuatan 500 patung dalam kurun waktu lima tahun. Namun, tingginya antusiasme warga membuat jumlah karya terus bertambah hingga menembus angka 1.000 patung dalam waktu satu dekade.
Secara historis, Kuil Otagi Nenbutsuji telah berdiri sejak tahun 766 dan sempat mengalami beberapa kali perpindahan lokasi akibat bencana banjir. Proses pemindahan ini menjadi bagian dari perjalanan panjang kuil sebelum akhirnya menetap di kawasan Arashiyama.
Wisatawan yang hendak berkunjung dapat menggunakan taksi dari Stasiun JR Saga-Arashiyama dengan durasi tempuh sekitar 5 menit. Pengunjung juga bisa memanfaatkan layanan bus umum dan turun tepat di halte Otagi Dera Mae.
Bagi yang memilih berjalan kaki dari stasiun, perlu menyiapkan tenaga ekstra karena medan yang dilalui didominasi jalur menanjak. Perjalanan kaki tersebut biasanya memakan waktu hingga satu jam lamanya.
Kuil ini beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 16.00 waktu setempat, kecuali pada hari Rabu dan Sabtu. Pengunjung dikenakan biaya tiket masuk sebesar 1.000 yen atau sekitar Rp105.000 per orang.
Mengingat kebijakan operasional dapat berubah sewaktu-waktu, wisatawan disarankan untuk memeriksa kembali informasi terbaru sebelum melakukan perjalanan. Penyesuaian jadwal kunjungan akan membantu wisatawan menikmati suasana tenang di Otagi Nenbutsuji secara lebih optimal.
Baca juga tulisan lainnya dari Putri Rahayu
Penulis: Putri Rahayu
Editor: Beritana Editor










