Lenovo Unggul Saat Krisis Chip Global, Bisnis AI Meroket Drastis

Di tengah gempuran krisis chip global yang melanda industri komputer, raksasa teknologi Lenovo justru menunjukkan ketangguhan luar biasa. Perusahaan asal Tiongkok ini berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan signifikan berkat strategi adaptif dan fokus pada bisnis AI.
Kendati pasokan chip memori global kian tertekan, Lenovo sukses mengatasi hambatan. Mereka berhasil menyesuaikan harga produk tanpa kehilangan daya saing, berbeda dengan para pesaingnya dari AS yang mengerek harga hingga 30%.
Hasilnya, pendapatan kuartalan Lenovo melonjak drastis 43% menjadi US$26,94 miliar, melampaui proyeksi analis. Capaian impresif ini menjadi pertumbuhan tertinggi perusahaan dalam lima tahun terakhir dan sempat mendorong sahamnya melonjak 17%.
Kontribusi signifikan datang dari divisi bisnis AI yang tumbuh 60% tahun-ke-tahun, menyumbang 35% dari total pendapatan. Pipeline server AI juga meroket 157% secara kuartalan, mencapai US$54,0 miliar, menunjukkan masa depan cerah.
Divisi PC, tablet, dan smartphone tetap kuat dengan kenaikan omzet 27% tahun-ke-tahun, menyumbang 64% pendapatan total. Meskipun pengiriman PC global menurun 2% akibat biaya chip, Lenovo kokoh mempertahankan pangsa pasar 25,6% sebagai pemimpin dunia.
Secara laba disesuaikan, Lenovo mencatat kenaikan lebih dari dua kali lipat menjadi US$1,075 miliar. Namun, secara pembukuan resmi, tercatat rugi bersih US$609 juta akibat beban akuntansi non-kas terkait penilaian ulang waran.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor











