Antonio Conte Beri Sinyal Ingin Bangkitkan Kejayaan Klub Raksasa yang Terpuruk

Antonio Conte secara terbuka menyatakan ketertarikan untuk kembali melatih dan membangkitkan klub besar yang tengah mengalami kemunduran prestasi. Pelatih asal Italia ini menegaskan ambisinya mencari tantangan baru di klub yang memiliki sejarah panjang namun sedang kesulitan menemukan kembali ritme kemenangan mereka.
Pernyataan ini muncul saat sang pelatih membahas kriteria destinasi karier berikutnya melalui wawancara eksklusif bersama The Athletic. Conte saat ini berstatus tanpa klub setelah masa tugasnya berakhir di Napoli.
Selama membesut Napoli dalam dua musim terakhir, pelatih berusia 57 tahun tersebut telah memberikan kontribusi besar dengan mempersembahkan gelar juara Serie A dan trofi Piala Super Italia. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat menuntut komitmen tinggi dari setiap pemain dan elemen di dalam manajemen klub.
Conte mengungkapkan bahwa melatih klub dengan sejarah trofi yang masif memiliki beban sekaligus kehormatan tersendiri. Ia meyakini bahwa satu-satunya cara menghargai sejarah tersebut adalah dengan membangun kembali ambisi untuk menjadi juara di berbagai kompetisi besar.
Menurutnya, membangun kembali keyakinan merupakan langkah awal yang krusial bagi tim yang sedang terpuruk. Ia ingin menanamkan pola pikir bahwa kemenangan adalah target realistis yang harus dikejar oleh para pemain, pendukung, maupun direksi klub.
Ia berujar bahwa hanya satu tim yang bisa menjadi juara setiap tahun, namun setiap individu di dalam klub harus memiliki harapan bahwa mereka bisa meraih pencapaian tersebut. Baginya, sejarah sebuah klub sepak bola hanya bisa ditulis melalui kemenangan di atas lapangan hijau.
Conte secara implisit menyebut ada beberapa klub yang mulai kehilangan relevansi dengan sejarah besar mereka. Ia berhasrat masuk ke salah satu klub tersebut untuk membersihkan debu masa lalu dan mengembalikan kemilau prestasi yang sempat pudar selama bertahun-tahun.
Walaupun tidak menyebut nama secara spesifik, publik langsung mengaitkan pernyataan tersebut dengan Manchester United. Klub asal Inggris tersebut memang sedang berjuang keras mengembalikan dominasi mereka di Premier League sejak era Sir Alex Ferguson berakhir.
Sejak musim 2012/2013, Manchester United tercatat sulit bersaing untuk memperebutkan gelar juara liga. Koleksi trofi Setan Merah belakangan ini hanya terbatas pada kompetisi domestik dan Liga Europa, yang dianggap belum memenuhi standar klub sebesar mereka.
Selain Manchester United, beberapa klub lain seperti Juventus dan AC Milan turut disebut sebagai kandidat yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan Conte. Ia tidak menutup kemungkinan untuk kembali bekerja di Inggris setelah sebelumnya pernah menukangi Chelsea dan Tottenham Hotspur.
Conte mengamati bahwa kekuatan finansial klub-klub Premier League saat ini sangat dominan dibandingkan liga lainnya di Eropa. Ia bahkan sempat melontarkan analogi bahwa klub Inggris menggunakan senjata yang jauh lebih kuat dalam kompetisi global dibandingkan liga lain.
Pernyataan ini muncul di saat posisi manajer di sejumlah klub besar sedang mendapatkan tekanan tinggi menyusul performa awal musim yang tidak konsisten. Conte juga menegaskan kesiapannya untuk menerima pekerjaan di tengah musim jika tawaran yang datang dianggap sejalan dengan visinya.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5509683/original/007030900_1771743691-Thomas_Muller.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361386/original/062885200_1790718452-spanyol.jpg)







