Cesc Fabregas Ungkap Kunci Sukses Como Usai Tundukkan Parma di Serie A

Como meraih hasil maksimal saat menjamu Parma pada giornata Serie A musim 2026/2027 di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Senin dini hari WIB.
Kemenangan ini terasa sangat berharga bagi skuad asuhan Cesc Fabregas. Selain mengamankan poin penuh di kandang sendiri, hasil ini menjadi pembuktian ketangguhan mental tim setelah melewati jadwal padat Liga Champions.
Sebelum menghadapi Parma, Como baru saja menuntaskan laga bersejarah di kompetisi Eropa dengan mengalahkan RB Leipzig 4-1. Fabregas melakukan sejumlah rotasi pemain karena menyadari kondisi fisik anak asuhnya terkuras habis akibat jadwal yang sangat ketat.
Pelatih asal Spanyol itu mengungkapkan kepuasannya terhadap kedalaman skuad yang ia miliki saat ini. Ia merasa lega melihat pemain pengganti mampu memberikan kontribusi nyata di lapangan.
Strategi rotasi tersebut membuktikan bahwa Fabregas memiliki kepercayaan penuh kepada seluruh pemainnya. Respons positif ini ia anggap sebagai salah satu kemenangan paling berkesan dalam perjalanan karier kepelatihannya di Italia.
Fabregas menyebut timnya sempat menemui kesulitan dalam efektivitas serangan. Meski menciptakan 31 tembakan ke gawang, mereka kesulitan mengonversi peluang menjadi gol hingga akhirnya lawan mampu memberikan perlawanan sengit.
Dalam laga tersebut, Fabregas memberikan apresiasi khusus kepada bek asal Brasil, Kaiki, yang berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Kualitas individu Kaiki dinilai sebagai aset berharga bagi sistem pertahanan tim.
Menurut Fabregas, kemampuan seorang bek untuk mencetak gol kini menjadi elemen vital dalam sepak bola modern. Ia mengaku mendapatkan inspirasi berharga dari pengamatannya terhadap kesuksesan Arsenal di Premier League.
Arsenal terbukti sangat efektif memenangkan pertandingan melalui gol-gol yang lahir dari pemain belakang dan situasi bola mati. Fabregas berharap pola permainan ini dapat diadaptasi untuk memperkuat daya gedor Como di sisa musim Serie A.
Sebelum bisa bermain di Stadion Sinigaglia, Como terpaksa menjalani tiga pertandingan awal sebagai tim tamu. Hal ini disebabkan oleh proses renovasi stadion agar memenuhi standar fasilitas yang ditetapkan UEFA untuk kompetisi tingkat atas.
Kembalinya Como ke markas sendiri memberikan dorongan moral bagi suporter dan pemain. Fabregas optimis bahwa adaptasi tim akan terus membaik seiring berjalannya waktu dan konsistensi yang mereka tunjukkan di kompetisi domestik maupun Eropa.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor





:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348571/original/083529900_1789449720-000_C7XZ9WU.jpg)








