
Cristiano Ronaldo kini menghadapi ancaman sanksi berat setelah Dewan Disiplin Federasi Sepak Bola Portugal atau FPF resmi membuka proses disipliner terhadap sang kapten.
Keputusan ini diambil menyusul tindakan Ronaldo yang meninggalkan pemusatan latihan tim nasional secara sepihak. Pihak federasi juga telah menjatuhkan skorsing sementara kepada pemain berusia 41 tahun tersebut selama proses investigasi berlangsung.
Kasus ini bermula pada 30 September 2026, tepat sehari sebelum Portugal dijadwalkan menghadapi Denmark dalam laga kompetisi UEFA Nations League. UEFA Nations League sendiri merupakan liga antarnegara Eropa yang mempertemukan tim berdasarkan peringkat dan performa mereka di benua tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Dewan Disiplin FPF mengonfirmasi bahwa sang pemain tidak diperbolehkan tampil dalam pertandingan apa pun selama status hukumnya belum diputuskan. Hal ini menjadi pukulan telak bagi skuad Portugal yang masih membutuhkan kepemimpinan di lapangan.
Regulasi internal FPF mengatur bahwa pelanggaran disiplin seperti ini dapat berujung pada skorsing selama satu hingga enam bulan. Selain sanksi larangan bertanding, Ronaldo juga terancam denda finansial antara 500 hingga 1.000 euro atau setara dengan Rp8,5 juta hingga Rp17 juta.
Jika menerima hukuman paling ringan, skorsing Ronaldo akan berakhir pada 30 Oktober 2026. Skenario ini memungkinkan dirinya kembali memperkuat tim nasional pada jeda internasional November, saat fase grup UEFA Nations League memasuki masa penentuan.
Namun, ancaman hukuman maksimal selama enam bulan justru menjadi momok yang lebih nyata. Apabila skenario terburuk itu terjadi, masa skorsing pemain tersebut baru akan selesai pada 30 Maret 2027.
Kondisi ini membuat Ronaldo terpaksa absen panjang dan baru berpeluang kembali membela timnas pada jeda internasional Juni 2027. Periode tersebut sangat krusial karena bertepatan dengan babak final UEFA Nations League, dengan catatan Portugal berhasil lolos ke fase tersebut.
Hingga saat ini, pihak perwakilan Ronaldo belum mengeluarkan tanggapan resmi terkait pembukaan proses disipliner ini. Seluruh publik sepak bola kini menunggu hasil sidang akhir yang akan menentukan masa depan karier internasional megabintang tersebut.
Situasi ini sekaligus menegaskan bahwa aturan kedisiplinan di level tim nasional tetap berlaku ketat bagi siapa pun, tanpa memandang status pemain bintang sekalipun. Publik Portugal kini menanti apakah sang legenda akan kembali merumput atau justru harus menerima konsekuensi atas tindakannya tersebut.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor