Dampak Finansial Besar: Hengkangnya Cristiano Ronaldo Guncang Federasi Sepak Bola Portugal

Kepergian mega bintang Cristiano Ronaldo dari pemusatan latihan Tim Nasional Portugal memicu kekhawatiran serius di Federasi Sepak Bola Portugal (FPF). Konflik dengan pelatih Jorge Jesus bukan satu-satunya isu yang menjadi perhatian; absennya sang kapten juga berpotensi menimbulkan dampak finansial yang signifikan bagi sepak bola Portugal.
Sejumlah pakar pemasaran menegaskan bahwa hilangnya Ronaldo dapat membawa konsekuensi komersial yang serius bagi federasi. Popularitas pemain berusia 41 tahun ini telah menjadi bagian integral dari daya tarik global sepak bola Portugal.
Ronaldo diketahui meninggalkan kamp Timnas Portugal setelah hanya menjadi pemain cadangan dalam kemenangan 2-1 atas Norwegia pada 28 September 2026. Ia kemudian menyampaikan bahwa terjadi pelanggaran kepercayaan, dengan pelatih tidak memenuhi kesepakatan mengenai kesempatan bermainnya di lapangan.
Kendati demikian, Ronaldo sempat menyampaikan permintaan maaf kepada rekan-rekan setim dan para pendukung. Ia juga menegaskan kesediaannya untuk tetap membela Seleção das Quinas, julukan tim nasional Portugal, setelah menjalani hukuman yang mungkin dijatuhkan kepadanya.
Di tengah situasi tersebut, FPF dikabarkan berupaya mencari solusi agar Ronaldo dapat kembali memperkuat tim nasional. Surat kabar Prancis, L'Equipe, melaporkan bahwa federasi menginginkan sang penyerang mendapatkan kesempatan tampil sebagai bentuk perpisahan yang layak, menghindari akhir karier internasionalnya di tengah perselisihan.
Keinginan FPF untuk mempertahankan Ronaldo juga berkaitan erat dengan catatan prestasinya bersama Portugal. Ia masih memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional, dengan koleksi 146 gol dari 234 penampilan.
Sepanjang kariernya, Ronaldo turut mengantarkan Portugal menjuarai Euro 2016 dan tampil di sejumlah edisi Piala Dunia, setelah lebih dari dua dekade berkarier di level tertinggi. Kontribusinya di lapangan telah membentuk identitas sepak bola Portugal di mata dunia.
Namun, persoalan yang dihadapi federasi tidak hanya menyangkut kontribusi Ronaldo di lapangan semata. Nama besarnya juga memiliki nilai komersial yang sangat besar bagi ekosistem sepak bola Portugal.
Pakar pemasaran Portugal memperingatkan bahwa Ronaldo tetap menjadi salah satu aset paling berharga yang dimiliki tim nasional. Direktur Eksekutif Institut Administrasi Pemasaran Portugal (IPAM), Daniel Sá, bahkan menyebut Ronaldo sebagai merek asal Portugal yang paling dikenal di dunia sepanjang sejarah.
Meskipun besaran pendapatan FPF yang secara langsung bergantung pada Ronaldo belum diketahui secara pasti, pendapatan FPF diperkirakan melampaui 120 juta euro (sekitar Rp2,08 triliun) secara keseluruhan. Kontribusi tidak langsung dari daya tarik Ronaldo tentu signifikan terhadap angka ini.
Konsultan pemasaran, Carlos Coelho, juga menilai bahwa absennya Ronaldo akan menjadi kehilangan yang sangat besar. Menurutnya, sang penyerang merupakan aset terbesar yang pernah dimiliki sepak bola Portugal, berkat kombinasi performa dan daya tarik globalnya.
Besarnya nilai komersial Ronaldo tercermin dari penilaian terhadap merek pribadinya. IPAM memperkirakan nilai merek pribadi sang pemain mencapai 850 juta euro (sekitar Rp14,7 triliun). Angka ini menunjukkan betapa besar pengaruhnya di luar lapangan hijau.
Jangkauan Ronaldo di media sosial juga memberikan gambaran jelas mengenai kekuatan komersialnya, termasuk berdasarkan riset yang berkaitan dengan Piala Dunia 2026. Selama turnamen tersebut, sebanyak 29 unggahan Ronaldo di media sosial diperkirakan menghasilkan nilai eksposur audiens sebesar 107 juta dolar AS (sekitar Rp1,74 triliun).
Sebagai perbandingan, akun resmi Timnas Portugal sendiri menghasilkan estimasi nilai eksposur sebesar 79 juta dolar AS (sekitar Rp1,29 triliun) melalui 565 unggahan. Perbedaan ini menggarisbawahi daya tarik pribadi Ronaldo yang melampaui akun tim nasionalnya.
Angka-angka ini memang tidak berarti FPF otomatis kehilangan 107 juta dolar AS apabila Ronaldo tidak lagi membela tim nasional. Nilai tersebut mengukur eksposur audiens, bukan pendapatan langsung yang masuk ke kas federasi.
Namun, perbedaan masif ini menunjukkan besarnya perhatian global yang mampu dihasilkan Ronaldo melalui aktivitasnya sendiri di media sosial. Hal ini sangat relevan bagi FPF, yang mengandalkan sejumlah sumber pemasukan komersial seperti sponsor, hak siar televisi, lisensi, hingga penjualan cendera mata.
Dalam laporan keuangan musim 2024/2025, FPF mencatat pendapatan lebih dari 153 juta dolar AS (sekitar Rp2,49 triliun). Sementara itu, anggaran untuk musim berikutnya mengalokasikan sekitar 23,5 juta dolar AS (sekitar Rp383 miliar) bagi tim nasional senior, yang bersumber dari pendapatan iklan, hak siar televisi, dan lisensi.
Kehilangan daya tarik seorang Cristiano Ronaldo jelas akan menimbulkan tantangan besar bagi FPF dalam menjaga momentum finansial dan citra internasional. Federasi harus mencari strategi baru untuk mempertahankan daya saing komersialnya di panggung sepak bola global tanpa kehadiran ikon tersebut.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor













