Federico Chiesa Diincar Tiga Klub Serie A, Siap Tinggalkan Liverpool

Masa depan penyerang sayap asal Italia, Federico Chiesa, bersama Liverpool kini berada di persimpangan jalan menjelang dibukanya bursa transfer Januari 2027. Minimnya kesempatan bermain di Stadion Anfield membuat pemain berusia 28 tahun ini berpeluang besar untuk kembali merumput di kompetisi Serie A.
Tiga klub papan atas Italia, yaitu Inter Milan, Lazio, dan Atalanta, dilaporkan sedang memantau secara intensif situasi sang pemain di Inggris.
Berdasarkan laporan dari media olahraga Italia, skema kepindahan yang paling realistis bagi sang penyerang adalah pinjaman dengan opsi pembelian permanen pada musim panas 2027. Skenario ini dianggap menguntungkan bagi semua pihak karena Liverpool bisa mengurangi beban gaji, sementara sang pemain berkesempatan memulihkan kebugarannya di lingkungan yang familier. Langkah ini dinilai sebagai solusi logis mengingat ketatnya persaingan di sektor penyerangan The Reds saat ini.
Liverpool mendatangkan mantan bintang Fiorentina ini dari Juventus pada bursa transfer musim panas 2024 dengan biaya transfer sekitar GBP 10 juta (sekitar Rp203 miliar). Nilai tersebut tergolong murah untuk pemain sekelas dirinya, namun rentetan cedera dan lambatnya adaptasi taktik membuat kontribusinya bagi publik Merseyside sangat terbatas.
Sepanjang musim lalu, ia hanya mencatatkan 318 menit bermain di Premier League dengan sumbangan dua gol dan satu umpan matang.
Manajer Liverpool, Arne Slot, lebih sering memercayakan lini serang kepada Mohamed Salah, Luis Diaz, dan Cody Gakpo yang tampil lebih konsisten. Kondisi ini membuat pemain kelahiran Genoa tersebut sulit mendapatkan menit bermain reguler meski sempat menunjukkan performa menjanjikan pada sesi pramusim di Amerika Serikat. Hingga memasuki Oktober 2026, ia bahkan belum sekalipun diturunkan dalam pertandingan kompetitif musim ini.
Inter Milan menjadi salah satu klub yang paling berminat karena pelatih Simone Inzaghi membutuhkan variasi taktik dalam formasi dua penyerang andalannya. Fleksibilitas sang pemain yang bisa beroperasi sebagai penyerang lubang maupun penyerang sayap dinilai cocok dengan karakter permainan cepat yang diterapkan di Stadion Giuseppe Meazza.
Di sisi lain, Atalanta di bawah asuhan Gianpiero Gasperini juga melihat peluang besar untuk menghidupkan kembali karier sang pemain lewat skema permainan menekan yang agresif.
Sementara itu, Lazio di bawah kemudi Marco Baroni membutuhkan amunisi baru di sektor sayap untuk menjaga konsistensi mereka di papan atas liga domestik. Kehadiran sosok berpengalaman di level internasional diproyeksikan mampu mendongkrak produktivitas gol tim asal ibu kota tersebut. Faktor kedekatan emosional dengan kompetisi sepak bola Italia juga menjadi alasan kuat mengapa kepindahan ini sangat mungkin terwujud.
Kehilangan tempat di level klub secara langsung berdampak pada posisi sang pemain di tim nasional Italia asuhan Luciano Spalletti. Padahal, ia merupakan pilar utama saat Gli Azzurri berhasil merengkuh trofi Euro 2020 dengan mengalahkan Inggris di partai final.
Kini, keputusan akhir berada di tangan manajemen raksasa Merseyside tersebut untuk segera melepasnya atau tetap mempertahankannya sebagai opsi pelapis hingga akhir musim nanti.
Pertimbangan finansial dan kebutuhan taktis tim akan menjadi penentu utama dalam negosiasi yang diperkirakan mulai intensif pada pertengahan Desember mendatang. Jika kesepakatan pinjaman ini terwujud, Serie A dipastikan akan kembali menyambut salah satu talenta terbaiknya yang sempat meredup di tanah Inggris. Publik sepak bola Italia sangat menantikan kembalinya sang penyerang lincah ke performa terbaiknya di atas lapangan.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor











