
Lionel Messi bersiap melakoni laga perpisahan emosional bersama Timnas Argentina setelah lebih dari dua dekade mengabdi bagi negaranya. Pertandingan persahabatan melawan Benin di Estadio Monumental, Buenos Aires, pada Rabu (7/10/2026), akan menjadi panggung terakhir sang megabintang mengenakan seragam kebesaran Albiceleste.
Momen ini menandai akhir dari era keemasan pesepak bola yang telah mempersembahkan trofi Piala Dunia, Copa America, hingga Finalissima.
Selama 21 tahun pengabdian, kontribusi pemain berjuluk La Pulga ini tidak sekadar diukur dari deretan piala di lemari pajang Argentina. Ia melewati berbagai fase menentukan, mulai dari kegagalan beruntun di partai final hingga mencapai puncak kejayaan di Qatar. Publik sepak bola global kini mengenang kembali laga-laga monumental yang mendefinisikan keagungan karier internasional sang kapten.
Berikut adalah tujuh pertandingan terbaik Lionel Messi yang mengukir sejarah emas bersama Timnas Argentina.
Partai final Piala Dunia 2022 melawan Prancis di Stadion Lusail menjadi puncak pencapaian tertinggi dalam karier profesional Messi. Dalam laga dramatis yang berakhir dengan skor 3-3 hingga babak perpanjangan waktu tersebut, ia mencetak dua gol berharga bagi negaranya.
Kepemimpinan sang kapten diuji ketika pertandingan harus diselesaikan melalui drama adu penalti yang menegangkan. Messi maju sebagai eksekutor pertama dan dengan tenang menaklukkan penjaga gawang Prancis, Hugo Lloris. Keberhasilan tersebut membakar mental rekan-rekannya hingga Argentina sukses mengunci gelar juara dunia ketiga mereka.
Laga semifinal Piala Dunia 2022 melawan Kroasia menampilkan magis individu Messi yang membuat lini pertahanan lawan kocar-kacir.
Ia membuka keunggulan Argentina lewat eksekusi penalti yang dingin sebelum merancang salah satu momen paling ikonik sepanjang turnamen. Messi melakukan akselerasi menawan di sisi kanan lapangan, melewati bek tangguh Josko Gvardiol, lalu menyodorkan umpan matang untuk gol Julian Alvarez.
Bergeser ke tahun 2017, Argentina sempat berada di ujung tanduk dan terancam gagal lolos ke Piala Dunia Rusia 2018.
Bertandang ke Quito yang memiliki atmosfer dataran tinggi ekstrem, Albiceleste bahkan sudah tertinggal saat laga baru berjalan 38 detik. Dalam situasi penuh tekanan tersebut, Messi mengambil tanggung jawab penuh dengan mencetak hattrick spektakuler guna membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-1. Hasil dramatis ini memastikan tiket putaran final bagi negaranya sekaligus menyelamatkan wajah sepak bola Argentina di kancah internasional.
Pertandingan perempat final Piala Dunia 2022 kontra Belanda tercatat sebagai salah satu laga paling emosional dalam sejarah turnamen. Messi mengirimkan umpan jenius tanpa melihat yang membelah pertahanan Belanda untuk diselesaikan oleh Nahuel Molina, sebelum ia sendiri mencetak gol lewat titik putih.
Laga yang berlangsung keras ini sempat berakhir imbang 2-2 dan memaksa perpanjangan waktu hingga adu penalti. Kembali memikul harapan bangsa, sang kapten sukses menuntaskan tugasnya sebagai penendang penalti pertama. Kemenangan ini sekaligus menegaskan determinasi tinggi skuad asuhan Lionel Scaloni di tengah atmosfer pertandingan yang sangat provokatif.
Kerinduan mendalam publik Argentina akan trofi mayor akhirnya terobati berkat kemenangan bersejarah atas Brasil di Stadion Maracana pada final Copa America 2021.
Meski Angel Di Maria mencetak gol tunggal kemenangan, kepemimpinan Messi di sepanjang turnamen menjadi motor penggerak utama tim. Gelar ini sekaligus memutus kutukan puasa gelar Argentina selama 28 tahun dan memberikan trofi senior pertama bagi sang megabintang bersama negaranya.
Bukti ketajaman instan Messi juga terlihat jelas saat Argentina melumat Panama dengan skor 5-0 pada fase grup Copa America Centenario 2016. Masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua setelah pulih dari cedera, ia hanya membutuhkan waktu 19 menit untuk mencetak hattrick berkelas. Penampilan luar biasa ini membuktikan bahwa kehadiran sang kapten di lapangan selalu menjadi pembeda taktik yang instan bagi tim.
Laga persahabatan melawan musuh bebuyutan Brasil di New Jersey pada tahun 2012 menjadi salah satu bukti kedahsyatan performa individu Messi.
Dalam pertandingan sengit yang berakhir dengan skor 4-3 tersebut, ia memborong tiga gol sekaligus untuk membungkam Tim Samba. Gol penutupnya dicetak lewat aksi solo run ikonik dari tengah lapangan sebelum melepaskan sepakan melengkung ke pojok atas gawang lawan.
Rentetan performa legendaris ini membuktikan bahwa kontribusi sang kapten melampaui statistik gol semata. Laga perpisahan di Buenos Aires nanti bukan sekadar seremonial biasa bagi para pendukung Albiceleste. Ini adalah bentuk penghormatan terakhir bagi sosok yang telah mendefinisikan ulang standar kehebatan dalam sejarah sepak bola modern.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor