
Harry Kane kembali mencatatkan sejarah bagi Timnas Inggris setelah tampil impresif dalam kemenangan 3-0 atas Republik Ceko di Stadion Wembley, Rabu dini hari WIB.
Striker andalan Bayern Munchen tersebut mencetak dua gol sekaligus menyamai rekor penampilan Peter Shilton yang mencapai 125 caps bersama The Three Lions. Kini, Kane total telah mengoleksi 91 gol selama membela negara di kancah internasional.
Rekor tersebut menempatkan Kane di posisi puncak sebagai pemain aktif yang paling konsisten di lini depan. Ia kini bergabung dengan kelompok elite pemain dunia yang telah mengemas sedikitnya 90 gol, bersanding dengan nama besar seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Romelu Lukaku, serta Robert Lewandowski.
Pertandingan kontra Republik Ceko menjadi panggung unjuk gigi bagi kapten Inggris ini. Ia membuka keunggulan tim pada menit ke-40 sebelum menggandakan kedudukan melalui sundulan tajam di menit ke-57, memanfaatkan umpan sepak pojok dari Lewis Hall.
Tidak hanya produktif di depan gawang, Kane juga terlibat dalam proses gol pertama Inggris yang tercatat sebagai gol bunuh diri Vladimír Coufal. Kontribusinya sepanjang tahun 2026 membuat dirinya menjadi pemain paling tajam di lima liga top Eropa dengan total 50 gol untuk klub dan negara.
Pencapaian ini membuat banyak pihak membandingkan performa Kane dengan pemain legendaris lainnya. Caps adalah istilah yang merujuk pada jumlah penampilan seorang pemain dalam pertandingan resmi mewakili tim nasional sepak bola negaranya.
Terkait rekor penampilan terbanyak, Kane memiliki peluang emas untuk memecahkan catatan Shilton saat Inggris menghadapi Kroasia pada 12 November mendatang. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Wembley dan akan menjadi momen bersejarah bagi karier sang pemain.
Mengenai ambisinya mengejar rekor gol Cristiano Ronaldo, Kane memilih bersikap realistis namun tetap optimistis. Ia merasa kondisi fisiknya masih prima untuk bersaing di level tertinggi meski telah menginjak usia 33 tahun.
Dukungan publik Wembley pun terasa nyata saat Kane ditarik keluar lapangan pada menit ke-82. Ia menerima standing ovation dari ribuan pendukung Inggris yang hadir, sebuah apresiasi atas dedikasi dan performa konsisten yang telah ditunjukkannya selama bertahun-tahun.
Bagi pelatih dan rekan setim, kehadiran Kane tetap menjadi tumpuan utama dalam menyusun strategi di lapangan hijau. Fokus kini beralih pada target pribadi Kane untuk menembus angka 100 gol internasional sebelum memikirkan langkah selanjutnya di masa depan.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor