Java United FC Takluk Dramatis 2-3 dari Persita Tangerang di BRI Super League

Java United FC harus menelan pil pahit kekalahan dramatis 2-3 saat bertandang ke markas Persita Tangerang dalam lanjutan pekan kedua BRI Super League 2026/2027. Kelengahan dalam mengantisipasi situasi bola mati menjadi penyebab utama takluknya Laskar Kepodang Emas di Banten International Stadium, Minggu (13/9/2026).
Hasil minor ini tentu mengecewakan, apalagi sempat unggul lebih dulu dan mampu membaca pola permainan lawan. Pelatih Java United FC, Fabio Lefundes, mengungkapkan kekecewaannya atas performa timnya yang sejatinya memulai pertandingan dengan cukup baik.
"Kami sudah cukup mengetahui Persita dalam kondisi tertekan, dan apa yang akan mereka lakukan. Kami di awal pertandingan sebetulnya memulai cukup baik," ujar Lefundes, menyoroti persiapan strategis timnya.
Meski mengawali laga dengan keyakinan, tim tamu gagal memanfaatkan peluang krusial di awal pertandingan yang bisa saja mengubah jalannya laga. Momentum pun berbalik arah ketika Persita berhasil mencetak gol pembuka.
"Ada peluang pertama untuk kami bisa cetak gol, tetapi tidak berhasil. Setelah itu, Persita berhasil mencetak gol karena kesalahan kami dengan satu crossing kepada pemain yang punya loncatan cukup tinggi," imbuhnya, menjelaskan detail gol pertama lawan.
Performa Java United FC semakin terganggu saat gelandang bertahan vital mereka, Kei Hirose asal Jepang, harus ditarik keluar lapangan akibat cedera pada pertengahan babak pertama. Kehilangan pemain kunci seperti Kei jelas mengubah dinamika strategi di lini tengah.
"Di babak kedua, kami kehilangan Kei Hirose dan itu cukup merepotkan, karena kami punya satu dinamika strategi yang berjalan dengan Kei di lapangan tengah. Kami punya beberapa pilihan," ungkap Fabio Lefundes, menyoroti kompleksitas situasi tersebut.
Pelatih asal Brasil itu kemudian mengambil keputusan taktis dengan memasukkan Jonathan sebagai pengganti di lini tengah. Keputusan ini diambil demi menjaga keunggulan dua gol yang sempat mereka raih, meskipun Jonathan bukanlah pasangan ideal untuk gelandang Tri.
"Akan tetapi, kami pilih untuk memasukkan Jonathan, yang sebenarnya bukan partner ideal untuk Tri, tapi itu keputusan yang kami ambil pada saat itu. Kami berhasil cetak dua gol dan pertandingan cukup terkontrol oleh kami di babak pertama," jelas mantan pelatih Borneo FC tersebut.
Namun, kendali pertandingan Java United FC mulai mengendur pada paruh kedua. Sektor pertahanan Laskar Kepodang Emas bermain terlalu dalam, memberikan kebebasan bagi para pemain Persita Tangerang untuk melancarkan serangan bertubi-tubi dan mencari celah.
Situasi bertambah sulit ketika Java United FC kembali kehilangan pemain kunci, Kaio, dan harus mengubah strategi awal lagi. Dengan regulasi yang hanya membolehkan satu kali penghentian pertandingan untuk pergantian pemain, Lefundes dihadapkan pada pilihan sulit.
"Di babak kedua, sistem pertahanan kami terlalu turun sehingga memberikan ruang kepada Persita. Kami juga kehilangan Kaio dan harus mengubah lagi strategi awal. Berdasarkan regulasi, kami hanya bisa menyetop pertandingan satu kali lagi untuk pergantian," ujarnya.
Mantan juru taktik Borneo FC itu menyadari bahwa rotasi pemain dan perubahan strategi di tengah pertandingan selalu membawa risiko besar bagi hasil akhir tim. Setiap keputusan di lapangan, terutama dalam situasi genting, memiliki konsekuensi yang langsung terasa.
"Kami tahu bahwa dalam profesi pelatih, kalau pergantian pemain itu membawa hasil, pelatih disebut jenius. Namun, kalau pergantian itu tidak berjalan maksimal, itu risiko yang harus diambil," lanjutnya, mencerminkan pemahaman mendalam tentang pekerjaannya.
Kekalahan Java United FC akhirnya dipastikan lewat dua gol Persita pada menit-menit akhir pertandingan. Kedua gol penentu tersebut seluruhnya memanfaatkan situasi bola mati, sebuah ironi mengingat awal kekalahan juga berasal dari skema serupa.
"Kami kebobolan dua kali lagi dari sistem bola mati. Selalu ada kemungkinan untuk diperbaiki, apalagi di menit-menit akhir tensi meningkat dan duel harus lebih agresif. Ada perbaikan yang harus dilakukan," tutur Lefundes, menekankan perlunya perbaikan mendesak.
Lefundes menegaskan evaluasi total akan dilakukan pada lini pertahanan tim untuk mencegah terulangnya kelengahan serupa. Di sisi lain, ia juga memberikan apresiasi atas performa pemain pengganti lawan yang berhasil membalikkan keadaan di menit-menit krusial.
"Apalagi kami tahu di menit-menit akhir, bola mati adalah salah satu pilihan lawan yang sedang tertinggal. Duel kami harus lebih kuat dan akan ada koreksi ke depannya. Selamat juga untuk Alex yang masuk dan bisa mengubah pertandingan untuk Persita," imbuh pelatih asal Brasil itu, mengakui keunggulan strategi tim lawan.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor








