Rapor Pemain Manchester United Usai Dikalahkan Manchester City di Derby Liga Inggris

Manchester United harus menelan pil pahit kekalahan di kandang sendiri setelah takluk tipis 0-1 dari rival sekota, Manchester City, pada pekan keempat Liga Inggris 2026/2027.
Bermain di Old Trafford pada Minggu malam (13/9/2026) WIB, Setan Merah gagal mengamankan satu poin pun dalam derbi krusial ini, meninggalkan pertanyaan besar atas konsistensi performa mereka di awal musim.
Gol tunggal yang menjadi penentu kemenangan Manchester City dicetak oleh Erling Haaland.
Momen ini memicu kontroversi panjang karena Haaland terlihat berada dalam posisi offside, namun wasit menilai Patrick Dorgu, bek kiri United, membuat posisinya tetap sah.
Situasi pertandingan sempat berbalik menguntungkan United saat Phil Foden dari Manchester City diganjar kartu merah pada babak pertama menyusul insiden dengan Bruno Fernandes.
Keunggulan jumlah pemain ini seharusnya menjadi momentum bagi United untuk mendominasi, bahkan membalikkan keadaan. Sayangnya, serangkaian peluang yang mereka ciptakan gagal dikonversi menjadi gol penyama kedudukan.
Di tengah kekecewaan ini, nama Kobbie Mainoo mencuat sebagai salah satu pemain Manchester United yang paling impresif.
Ia menunjukkan kematangan dan ketenangan luar biasa di lini tengah, bahkan di bawah tekanan derbi yang intens.
Namun, penampilan beberapa pilar di lini belakang dan ketajaman di depan menjadi sorotan utama yang berkontribusi pada kekalahan dari sang tetangga.
Rapor Pemain Manchester United vs Manchester City:
Senne Lammens: Penjaga gawang Belgia ini menghadapi ujian berat. Ia nyaris tidak banyak melakukan penyelamatan signifikan pada babak pertama, dengan bola lebih sering dikuasai City.
Lammens tidak berdaya saat menghadapi penyelesaian klinis Haaland yang berujung gol.
Ia juga menunjukkan sedikit keraguan ketika menepis tembakan jarak jauh Enzo Fernandez, yang beruntung masih membentur tiang dan tidak masuk ke gawang.
Diogo Dalot: Dalot beberapa kali aktif membantu serangan United, menunjukkan keinginan untuk berkontribusi di lini depan.
Namun, aspek defensifnya menjadi masalah, ia tercatat membuat dua kesalahan fatal saat menguasai bola di area pertahanan sendiri.
Selain itu, Dalot juga beberapa kali tertangkap offside saat mencoba mendukung serangan, mengganggu alur transisi tim.
Harry Maguire: Penampilan Maguire terasa lebih stabil setelah kartu merah Foden, yang seharusnya memberinya lebih banyak ruang untuk membangun serangan.
Namun, ia kerap terlihat ceroboh dalam menguasai bola, membuat beberapa umpan yang tidak akurat, dan secara keseluruhan gagal mendominasi pertahanan maupun permainan dari belakang.
Lisandro Martinez: Bek asal Argentina ini menunjukkan duel yang menjanjikan saat menghadapi Erling Haaland di babak pertama.
Akan tetapi, Martinez minim dukungan saat gol Haaland tercipta, di mana kesalahan posisi Dorgu membuat lini belakang United rentan dan berada dalam situasi sulit yang tidak bisa ia atasi sendiri.
Patrick Dorgu: Dorgu bisa dibilang menjadi salah satu pemain yang paling merugikan Manchester United dalam laga derbi ini.
Umpan cerobohnya berbuah fatal, dihukum langsung oleh Haaland yang mencetak gol pembuka. Lebih lanjut, ia juga beberapa kali tertangkap offside ketika berada dalam posisi menyerang, mengganggu ritme ofensif tim.
Youri Tielemans: Setelah Manchester City kehilangan Foden, Tielemans seharusnya mendapatkan lebih banyak ruang untuk berkreasi di lini tengah.
Meski begitu, ia gagal memberikan dampak berarti terhadap alur permainan Manchester United, baik dalam mendistribusikan bola maupun menciptakan peluang.
Kobbie Mainoo: Gelandang muda ini menghadapi lini tengah Manchester City yang sangat tangguh di babak pertama.
Mainoo tampil jauh lebih dominan dan matang setelah jeda, bahkan hampir mencetak gol ketika tembakannya dari luar kotak penalti membentur tiang, menunjukkan potensinya yang luar biasa.
Bruno Fernandes: Kapten United ini terlibat dalam insiden yang berujung pada kartu merah Phil Foden, setelah serangkaian tekel yang ia lakukan terhadap pemain City.
Namun, setelah itu, ia kesulitan memberikan pengaruh besar pada permainan United, dengan beberapa umpan kuncinya yang tidak akurat, mencerminkan frustrasi tim secara keseluruhan.
Bryan Mbeumo: Mbeumo menghadapi tugas berat melawan Josko Gvardiol di sisi kanan serangan Manchester United.
Ia menghasilkan salah satu penampilan terlemahnya musim ini, gagal memanfaatkan kecepatan dan kelincahannya, serta menyia-nyiakan peluang emas pada fase akhir pertandingan yang seharusnya bisa menyamakan kedudukan.
Marcus Rashford: Kembali menjadi starter, Rashford terlibat dalam duel menarik dengan Matheus Nunes di sisi sayap.
Ia hampir saja mencetak gol melalui tendangan bebas akurat yang membentur tiang gawang, namun secara keseluruhan, penampilannya dinilai kalah dalam duel personal dan kurang efektif dalam memberikan ancaman berkelanjutan.
Matheus Cunha: Cunha menunjukkan energi yang aktif dalam menghubungkan serangan Manchester United.
Ia beberapa kali mencoba melepaskan tembakan dari jarak jauh, namun United tetap kekurangan sosok penyerang yang menjadi titik fokus atau target man di kotak penalti, membuat usahanya seringkali sia-sia.
Benjamin Sesko: Sesko dimasukkan ketika waktu pertandingan sudah berjalan cukup jauh, pada menit-menit akhir babak kedua.
Banyak pengamat merasa ia seharusnya mendapatkan kesempatan bermain lebih awal untuk memberikan United daya gedor tambahan dalam upaya mengejar ketertinggalan.
Joshua Zirkzee: Zirkzee masuk sebagai upaya terakhir Manchester United untuk mengubah jalannya pertandingan dan mencari gol penyeimbang.
Sayangnya, ia belum mampu memberikan perubahan yang diharapkan pada fase akhir laga, dengan waktu yang terbatas dan tekanan tinggi membuat kontribusinya minim.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor








