Kalah dari Atletico Madrid, Michael Carrick Sesalkan Peluang Manchester United
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348210/original/010651100_1789390764-carrick.jpg)
Michael Carrick merasa Manchester United layak mendapatkan hasil lebih baik saat takluk 0-2 dari Atletico Madrid dalam laga Liga Champions 2026/2027. Meski pulang dengan kekalahan, Carrick melihat timnya mampu memberikan perlawanan sengit di Metropolitano Stadium pada Rabu dini hari tadi.
Pertandingan baru berjalan satu menit saat Pablo Barrios membobol gawang Manchester United. Gol cepat ini memaksa Setan Merah mengubah skema permainan secara instan di hadapan pendukung tuan rumah.
Manchester United sebenarnya mampu bangkit dan menciptakan empat peluang emas untuk menyamakan kedudukan. Namun, harapan mereka runtuh ketika Leny Yoro menerima kartu merah setelah intervensi VAR, yang kemudian memudahkan Ademola Lookman mengunci kemenangan Atletico pada menit ke-79.
Carrick menyayangkan ketidakmampuan pemainnya dalam mengonversi peluang menjadi gol. Padahal, ia menilai bahwa peluang yang dimiliki Bruno Fernandes dan rekan setimnya bukan sekadar kesempatan setengah matang, melainkan peluang nyata yang seharusnya bisa mengubah jalannya laga.
Metropolitano Stadium dikenal sebagai salah satu markas paling angker di kompetisi Eropa bagi tim tamu. Organisasi permainan Atletico yang disiplin membuat setiap lawan harus bekerja ekstra keras untuk menemukan celah di pertahanan mereka.
Dalam evaluasinya, Carrick menyoroti beberapa aspek positif dari sisi taktik, terutama saat timnya menguasai bola dan membangun serangan dari lini tengah. Manchester United memang mencoba pendekatan berbeda dalam pertandingan ini untuk membongkar rapatnya lini belakang pasukan Diego Simeone.
Namun, Carrick juga mengakui adanya kelemahan dalam transisi pertahanan timnya. Ia merasa skuadnya terlalu sering membiarkan pemain Atletico memindahkan bola ke sisi seberang, yang akhirnya memberi celah bagi tuan rumah untuk melancarkan serangan cepat yang mematikan.
Secara keseluruhan, Carrick menegaskan bahwa skor 0-2 tidak mencerminkan sengitnya pertarungan di lapangan. Ia merasa Manchester United memiliki kapasitas untuk menang jika mampu mengelola detail kecil dan lebih efisien di depan gawang lawan.
Liga Champions musim ini memang menuntut konsistensi tinggi bagi tim-tim besar seperti Manchester United. Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Carrick untuk membenahi koordinasi pemain belakang saat menghadapi transisi permainan lawan yang cepat.
Ke depan, Manchester United harus segera melakukan evaluasi menyeluruh sebelum melakoni laga berikutnya. Kegagalan mencuri poin di Spanyol membuat mereka kini harus bekerja lebih keras demi menjaga kans lolos ke babak selanjutnya di kompetisi paling bergengsi antarklub Eropa tersebut.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)









