Lionel Messi Gantung Sepatu dari Timnas Argentina, Sampaikan Pidato Perpisahan

Lionel Messi resmi mengakhiri perjalanannya bersama tim nasional Argentina setelah laga uji coba melawan Benin di Estadio Monumental, Buenos Aires, pada Rabu (7/10/2026).
Keputusan pensiun ini disampaikan langsung oleh sang kapten melalui pidato yang menyentuh hati di hadapan ribuan pendukung Albiceleste. Messi menutup karier internasionalnya dengan kemenangan manis 3-0, di mana ia menyumbangkan satu gol dan dua assist bagi timnya.
Laga tersebut menjadi saksi bisu berakhirnya era emas La Pulga yang telah membela Argentina selama lebih dari dua dekade. Nicolas Otamendi membuka skor pada menit ke-48, disusul gol dari Nico Paz, sebelum akhirnya Messi menutup pesta gol lewat eksekusi penalti pada menit ke-71.
Suasana emosional menyelimuti Estadio Monumental saat Messi mengambil mikrofon untuk berbicara kepada para suporter. Ia teringat mendiang ayahnya, Jorge Messi, yang menjadi sosok sentral dalam fondasi karier sepak bolanya.
Messi mengakui bahwa meninggalkan lapangan hijau bersama timnas adalah momen tersulit dalam hidupnya. Ia mengungkapkan keinginan untuk terus bermain selamanya, namun menyadari bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk mundur sebagai pemain profesional di level internasional.
Pemain berusia 39 tahun ini sempat menyinggung perjuangan timnya pada Piala Dunia 2026 yang menguras energi. Meskipun gagal mempertahankan gelar juara dunia, ia tetap bangga dengan kerja keras seluruh rekan setimnya yang selalu berjuang habis-habisan demi lambang negara.
Dukungan suporter di seluruh pelosok Argentina menjadi salah satu hal yang paling ia rindukan setelah pensiun. Ia merasa beruntung karena di mana pun timnas bermain, atmosfer stadion selalu terasa seperti rumah sendiri berkat loyalitas penggemar.
Messi secara khusus mengenang momen luar biasa saat perayaan gelar juara Piala Dunia 2022 di stadion yang sama. Baginya, kenangan tersebut telah menjadi bagian abadi dari sejarah keluarganya dan sejarah bangsa Argentina.
Meski tidak lagi berseragam timnas, Messi berjanji akan terus mendukung Argentina dari bangku penonton. Ia mengajak seluruh pendukung untuk tetap menjaga persatuan, terutama saat tim menghadapi periode sulit di masa depan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan Argentina meraih berbagai trofi prestisius, termasuk Copa America dan Finalissima, lahir dari ikatan kelompok yang kuat. Ia berharap para penerusnya tetap memegang teguh semangat kebersamaan tersebut.
Di pengujung pidatonya yang panjang, Messi sempat menahan diri karena enggan meninggalkan lapangan. Ia menutup pernyataannya dengan ungkapan cinta mendalam kepada seluruh rakyat Argentina serta rasa syukur luar biasa karena telah lahir di negara tersebut.
Kini, sosok peraih delapan trofi Ballon d'Or ini resmi memulai babak baru sebagai pendukung setia bagi timnas. Perpisahan ini bukan sekadar akhir dari karier seorang pemain, melainkan penghormatan terakhir bagi legenda yang telah memberikan segalanya bagi kejayaan sepak bola negaranya.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4265162/original/053966100_1671397771-20221219-Selebrasi-Argentina-AP-11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367210/original/084659200_1791337156-messi_2.jpg)






