
Timnas Prancis berhasil mencatatkan kemenangan dramatis atas Belgia dengan skor 4-1 dalam lanjutan UEFA Nations League di Stade de France.
Tim asuhan Zinedine Zidane ini sempat tertinggal lebih dulu sebelum membalikkan keadaan pada babak kedua. Kemenangan telak tersebut membawa Les Bleus kokoh di puncak klasemen Grup A1.
Pertandingan yang berlangsung pada Selasa dini hari waktu Indonesia tersebut menunjukkan dominasi Prancis pada fase akhir laga. Meski mendominasi penguasaan bola sejak awal, koordinasi pertahanan tuan rumah sempat goyah. Hal itu dimanfaatkan dengan baik oleh tim tamu untuk mencuri keunggulan.
Gol pembuka Belgia dicetak oleh Dodi Lukebakio pada menit ke-35.
Penyerang sayap Sevilla tersebut berhasil lepas dari jebakan offside setelah menerima umpan panjang akurat dari Romeo Lavia. Lukebakio dengan tenang menaklukkan kiper muda Guillaume Restes yang menjalani laga debutnya bersama tim nasional senior.
Tertinggal satu gol membuat Prancis tampak kesulitan membongkar pertahanan rapat Belgia hingga pertengahan babak kedua. Zidane kemudian melakukan langkah berani dengan memasukkan tiga pemain muda sekaligus dari bangku cadangan.
Keputusan sang legenda hidup Real Madrid tersebut terbukti menjadi titik balik permainan yang menentukan. Desire Doue, Rayan Cherki, dan Michael Olise masuk dengan membawa energi baru yang seketika mengubah alur serangan tim.
Doue menyamakan kedudukan pada menit ke-77 lewat tembakan rendah yang mengarah tepat ke sudut kanan bawah gawang.
Momentum tersebut tidak disia-siakan oleh skuad Les Bleus untuk terus menekan lini belakang lawan yang mulai kelelahan. Empat menit berselang, Rayan Cherki mencetak gol kedua setelah tembakannya berbelok arah akibat mengenai kaki kiper Maarten Vandevoordt.
Puncak kegemilangan Prancis terjadi saat Michael Olise mencetak dua gol tambahan hanya dalam rentang waktu tiga menit. Olise melepaskan sepakan melengkung yang membuat kiper Belgia tidak berkutik. Skor berubah menjadi 4-1 dan bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
"Inilah sepak bola, permainan yang kami cintai dengan segala dinamikanya," ujar Zinedine Zidane dalam konferensi pers usai pertandingan.
Ia mengakui timnya mengalami banyak hambatan pada paruh pertama pertandingan. Namun, ia merasa bangga dengan respons yang ditunjukkan para pemainnya setelah jeda turun minum.
Kemenangan ini memiliki arti khusus bagi Zidane karena menjadi kemenangan perdana di kandang sendiri sejak menjabat sebagai pelatih nasional. Sebelumnya, Prancis ditahan imbang oleh Italia pada laga debut kandangnya di kompetisi yang sama.
Saat ini, Prancis memimpin Grup A1 dengan koleksi sembilan poin dari empat pertandingan.
Mereka unggul tiga angka atas Italia yang menempati posisi kedua setelah mengalahkan Turki dengan skor 3-1. Belgia tertahan di posisi ketiga dengan empat poin, sementara Turki berada di dasar klasemen tanpa poin sama sekali.
UEFA Nations League merupakan kompetisi internasional di Eropa yang menggantikan sebagian besar pertandingan persahabatan dengan sistem liga kompetitif. Dua tim teratas dari grup Liga A berhak melaju ke babak perempat final yang dijadwalkan berlangsung tahun depan.
Prancis berada di posisi yang sangat menguntungkan untuk mengamankan tiket fase gugur tersebut.
Mereka hanya butuh hasil imbang dalam dua laga terakhir melawan Italia dan Turki pada November mendatang. Kedalaman skuad yang ditunjukkan Zidane menjadi modal berharga bagi tim untuk menghadapi jadwal padat pertandingan internasional.
Michael Olise memberikan apresiasi tinggi terhadap pendekatan taktik yang diterapkan oleh pelatihnya sepanjang pemusatan latihan. Ia merasa seluruh anggota tim memiliki pemahaman yang sama terhadap visi bermain yang diinginkan Zidane.
"Kami mengikuti setiap instruksi yang diberikan dengan baik selama empat laga terakhir," kata Olise menambahkan.
Keberhasilan membalikkan keadaan ini menjadi bukti bahwa Prancis memiliki regenerasi pemain yang sangat berkualitas. Para pemain pengganti bukan sekadar pelengkap, melainkan penentu hasil akhir di lapangan hijau.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor