Oliver Bierhoff Peringatkan Italia: Kebangkitan Sepak Bola Butuh Waktu Panjang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360352/original/036757100_1790629693-000_C9LK8WL-Turki_Italia.jpg)
Legenda sepak bola Jerman, Oliver Bierhoff, memberikan pandangan realistis mengenai kondisi tim nasional Italia saat ini. Ia menekankan bahwa perbaikan kualitas sepak bola Negeri Pizza tidak mungkin tercapai dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun saja.
Pernyataan tersebut disampaikan Bierhoff dalam acara Festival dello Sport di Trento, Italia, Jumat (2/10/2026). Ia menyoroti kebutuhan akan restrukturisasi mendalam yang mencakup metode pelatihan, sistem akademi pemain muda, hingga pembenahan infrastruktur secara menyeluruh.
Bierhoff memiliki kredibilitas dalam hal ini karena pernah mengabdi selama 18 tahun dalam struktur Federasi Sepak Bola Jerman (DFB). Selama periode tersebut, ia menjabat sebagai manajer timnas pada 2004 hingga 2017 sebelum akhirnya menduduki posisi direktur teknik.
Dalam forum tersebut, pria yang juga mantan penyerang andalan timnas Jerman ini turut menceritakan pengalamannya berinteraksi dengan legenda AC Milan, Paolo Maldini. Ia sempat memberikan dukungan moral ketika Maldini dipercaya menjabat sebagai direktur teknik Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).
Sayangnya, masa jabatan singkat Maldini yang hanya bertahan 17 hari menunjukkan betapa beratnya hambatan internal yang dihadapi. Bierhoff menyebut bahwa sebuah sistem harus benar-benar siap dan bersedia untuk mengikuti visi perubahan yang dibawa oleh seorang pemimpin.
Ia membagikan perspektif terkait transformasi sepak bola Jerman yang dimulai sejak tahun 2000. Saat itu, Jerman menyadari bahwa mereka harus mengubah cara melatih dan mendidik pemain muda agar bisa kembali kompetitif di panggung internasional.
Jerman memilih untuk melakukan investasi besar-besaran pada infrastruktur stadion dan fasilitas akademi dengan target pencapaian jangka panjang. Perhitungan mereka saat itu adalah membutuhkan waktu sekitar satu dekade untuk melihat hasil nyata dari perubahan yang telah dilakukan.
Investasi tersebut terbukti membuahkan hasil signifikan saat Jerman tampil mengesankan di Piala Dunia 2010 dengan generasi pemain yang memiliki teknik mumpuni. Bierhoff menegaskan bahwa kesabaran dan keyakinan adalah kunci dalam menjalankan proses transformasi tersebut.
Mengenai Italia, ia menilai bahwa saat ini negara tersebut sedang berada di titik nadir yang memaksa mereka untuk melakukan refleksi diri. Jika ingin kembali ke puncak kejayaan, Italia harus berani membongkar persoalan dari akar masalahnya.
Bierhoff juga menyoroti perbedaan kualitas pemain yang ada saat ini dibandingkan dengan generasi emas Italia di masa lalu. Ia mengenang era kejayaan Italia ketika masih diperkuat oleh pemain sekaliber Francesco Totti, Alessandro Del Piero, Andrea Pirlo, hingga Fabio Cannavaro.
Perbandingan ini ia tujukan untuk menggambarkan bahwa tantangan membangun sebuah timnas bukanlah perkara instan. Kualitas individu pemain yang mencapai level tinggi di kompetisi Eropa adalah sesuatu yang harus dibangun secara bertahap melalui sistem pembinaan yang tepat.
Pada akhirnya, Bierhoff menekankan bahwa tidak ada jalan pintas untuk mencapai kesuksesan di sepak bola dunia. Italia perlu berhenti berharap pada solusi cepat dan mulai fokus pada fondasi jangka panjang yang solid untuk masa depan sepak bola mereka.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor





:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365050/original/000063300_1791098201-modric.jpg)









