
Perusahaan dompet kripto Ledger mengumumkan penemuan mengejutkan: sebuah implan perangkat keras ilegal yang mampu mencuri frasa pemulihan (recovery phrases) dari perangkat yang dijual oleh reseller di Asia Tenggara.
Tim riset keamanan Ledger menemukan adanya komponen tak sah ini di dalam dompet yang didistribusikan oleh CryptoBilis. Penemuan ini dikonfirmasi pada Sabtu lalu dalam salah satu perangkat milik pengguna yang terdampak.
Selama proses penyiapan awal, perangkat Ledger akan menampilkan 24 kata frasa pemulihan. Siapa pun yang memegang frasa ini dapat mengakses dan mengendalikan seluruh aset kripto yang tersimpan dalam dompet tersebut. Modus operandi implan ini sangat canggih; ia mampu membaca apa yang ditampilkan di layar perangkat.
Ketika mendeteksi layar yang menampilkan frasa pemulihan, mikrokontroler pada implan akan menerjemahkan kata-kata tersebut dan mengirimkannya melalui jaringan LTE menggunakan kartu eSIM yang sudah terpasang sebelumnya. Implan ini beroperasi sebagai komponen terpisah dan tidak memodifikasi elemen aman (Secure Element) maupun sistem operasi Ledger, apalagi mengubah transaksi atau tanda tangan digital.
CryptoBilis sendiri telah mengonfirmasi penghentian sementara penjualan perangkat Ledger sembari menunggu hasil investigasi lebih lanjut.
Hingga kini, Ledger belum merilis angka pasti mengenai jumlah pengguna yang terdampak maupun total kerugian finansial. Ledger menyatakan bahwa angka-angka yang beredar di publik berasal dari pihak ketiga yang belum diverifikasi sepenuhnya. Namun, seorang investigator on-chain bernama Specter berhasil melacak dugaan pencurian aset senilai lebih dari USD 86 juta (sekitar Rp1,3 triliun) yang tersebar di berbagai blockchain seperti Ethereum, Tron, dan Bitcoin.
Ledger kini juga tengah meninjau laporan-laporan lain mengenai adanya implan serupa pada perangkat yang dibeli dari lokasi dan penjual yang berbeda. Sebuah laporan di platform X menyebutkan adanya dua perangkat Ledger yang diduga telah dimanipulasi, yang dibeli dari toko ritel di Eropa, meskipun klaim ini belum diverifikasi secara independen.
Bagi para pembeli dari CryptoBilis yang belum melakukan penyiapan perangkat, Ledger menyarankan untuk tidak melanjutkannya dan segera menghubungi Layanan Dukungan Ledger. Bagi yang sudah terlanjur, disarankan untuk segera memindahkan aset ke perangkat baru dengan frasa pemulihan yang benar-benar baru, dan sangat penting untuk tidak pernah memasukkan atau memulihkan frasa pemulihan apapun pada perangkat yang dibeli dari CryptoBilis.
Ledger juga mengimbau pengguna yang mengalami kerugian dana atau memiliki perangkat yang dicurigai telah dimanipulasi untuk segera membuat laporan kepada pihak penegak hukum setempat. Perusahaan juga menekankan agar tidak mengirimkan perangkat yang dicurigai kepada siapa pun atau membukanya sebelum berkonsultasi dengan Layanan Dukungan Ledger atau polisi.
Bagi pengguna yang membeli perangkat di luar CryptoBilis dan ingin memeriksa keamanan perangkatnya, Ledger menyediakan panduan untuk memeriksa bagian dalam perangkat. Namun, perusahaan memperingatkan bahwa membuka perangkat dapat berisiko merusaknya, sehingga pengguna disarankan untuk mencadangkan frasa pemulihan terlebih dahulu.
Ledger kembali menegaskan komitmennya terhadap keamanan pengguna, mengingatkan bahwa perusahaan tidak akan pernah menelepon, mengirim pesan langsung, atau meminta frasa pemulihan dari pengguna. Tim investigasi akan terus menganalisis perangkat yang diterima dan memberikan pembaruan lebih lanjut seiring berjalannya penyelidikan.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor