PB ESI Siapkan 34 Atlet Esports Indonesia untuk Asian Games 2026

Pengurus Besar Esports Indonesia resmi memanggil 34 atlet esports Indonesia terbaik untuk memperkuat tim nasional pada ajang bergengsi Asian Games 2026 di Jepang. Skuad Merah Putih dijadwalkan bertarung pada delapan nomor pertandingan yang akan berlangsung di Prefektur Aichi dan Kota Nagoya mulai tanggal 19 September sampai 4 Oktober 2026.
Pemanggilan ini menjadi langkah awal dari ambisi besar Indonesia untuk mendominasi cabang olahraga elektronik di tingkat Asia.
Para atlet terpilih akan berkompetisi dalam delapan judul gim populer, mulai dari PUBG Mobile, Gran Turismo 7, eFootball, Pokemon Unite, Identity V, Honor of Kings, Naraka: Bladepoint, hingga Mobile Legends. Pengurus Besar Esports Indonesia sengaja memilih nomor-nomor ini karena melihat potensi perolehan medali yang cukup besar berdasarkan rekam jejak prestasi regional sebelumnya. Persiapan matang terus dilakukan agar seluruh perwakilan siap menghadapi kompetisi ketat dari negara Asia lain seperti China dan Korea Selatan.
Kepala Pelatih Timnas Esports Indonesia, Richard Permana, mengungkapkan rasa optimisnya terhadap kualitas dan kesiapan fisik serta mental seluruh anak asuhnya.
"Kami terus melakukan pembinaan serta pengondisian latihan secara berkala pada setiap nomor pertandingan agar target medali dapat tercapai," ujar Richard saat memberikan keterangan kepada media. Ia juga menambahkan bahwa seluruh atlet memiliki motivasi tinggi untuk membawa pulang medali emas ke tanah air.
Evaluasi teknis yang ketat sempat memicu perubahan komposisi pemain, terutama pada nomor Mobile Legends yang sangat populer di tanah air. Posisi Muhammad Halim Adicondro kini digantikan oleh pemain berpengalaman Albert Neilsen Iskandar, atau yang akrab disapa Albert. Badan Tim Nasional mengambil keputusan ini sejak awal Juli 2026 setelah melewati penilaian mendalam selama masa kualifikasi regional berlangsung.
Pada nomor PUBG Mobile, Indonesia menurunkan kombinasi pemain berbakat seperti Fazriel Haikal Aditya, Juventino Ryan Jeremy R., Micho Ananda Pratama W., Muh Fathyn Zilhaq S., dan Sharfan Syahman Shodiq. Mereka akan berada di bawah arahan arsitek strategi Deni Fianda bersama asistennya Bintang Prakoso P.
Sektor gim strategi taktis juga mendapatkan porsi perhatian yang sama besarnya dari jajaran pelatih.
Tim Identity V akan mengandalkan kekompakan dari Athif Fatahilah Nursyam, Suhartanto Ardi Mulyo, Ricky Aulia, Muhammad Fachrul Putra Henri, dan Daffa Pasha Arifin. Sementara untuk nomor Naraka: Bladepoint, yang merupakan gim pertarungan aksi bertema fantasi timur, Indonesia mengutus empat wakil terbaiknya. Mereka adalah Moch. Afton Fathany, Ararat Samuel Manullang, Natha Dhiva Arya, serta Darian Wicaksana.
Skuad untuk nomor gim Honor of Kings juga telah merampungkan persiapan pemain mereka.
Enam pemain pilihan yaitu Iqbal Khan, Drensen, Emanuel Hendo Paska, Agung Budi Prasetyo, Neville Garrick, dan Muh Naufal Aushaf Mahfuzh siap bertanding di bawah bimbingan pelatih Glen Richard Pangalila. Kehadiran asisten pelatih M. Ilham Bahrul Hadi diharapkan mampu memperkuat analisis taktis tim selama pertandingan berlangsung.
Pada nomor Pokemon Unite, koordinasi permainan akan dipimpin oleh Marcello Hillers, Muhammad Haikal, Novrizal Diananta Said, Denny Ardianyanto, dan Judha Pangabean. Mereka didampingi oleh duet pelatih Ahmad Marsam dan asisten Erron Gunardi untuk merumuskan strategi terbaik. Indonesia menaruh harapan besar pada seluruh nomor ini mengingat perkembangan komunitas gim tersebut yang tumbuh pesat di dalam negeri dalam beberapa tahun terakhir.
Cabang olahraga esports sendiri terus menunjukkan eksistensinya sejak pertama kali diperkenalkan sebagai olahraga demonstrasi pada Asian Games Jakarta-Palembang 2018 lalu. Kini, panggung di Nagoya akan menjadi pembuktian sejauh mana efektivitas program regenerasi atlet yang dijalankan oleh pengurus olahraga nasional.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor












