Sistem Pertahanan Arab Saudi Hancurkan Drone Houthi di Dekat Kota Mekkah

Sistem pertahanan udara Arab Saudi sukses mencegat serta melenyapkan satu pesawat nirawak atau drone milik milisi Houthi di dekat Kota Suci Mekkah pada Selasa (15/9/2026) pukul 18.50 waktu setempat.
Puing-puing drone tersebut jatuh di kawasan selatan kota. Beruntung, insiden ini tidak menimbulkan kerusakan apa pun terhadap situs-situs suci di wilayah tersebut.
Kejadian ini menambah daftar panjang eskalasi keamanan di Arab Saudi. Sehari sebelumnya, serangan rudal dan drone Houthi tercatat melukai 13 warga sipil serta merusak tujuh rumah dan dua kendaraan di wilayah Khamis Mushait, Abha, dan Taif. Pemerintah Arab Saudi terpaksa mengaktifkan sirine peringatan darurat di Mekkah, Jeddah, dan Taif agar warga segera berlindung di dalam bangunan aman.
Juru bicara koalisi militer pimpinan Saudi, Turki al-Malki, menyatakan bahwa pergerakan drone itu berhasil dihentikan petugas sebelum sempat melintasi zona udara terlarang.
Al-Malki menegaskan garis merah dalam operasional militer tersebut. Ia menggambarkan posisi perlindungan atas keselamatan Dua Masjid Suci, yakni Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, beserta para jemaah sebagai prioritas utama.
Penembakan ini menjadi ancaman udara kedua yang diarahkan milisi Houthi ke kawasan Mekkah sejak peluncuran rudal balistik pada 27 Juli 2017 silam. Konflik antara Yaman dan pasukan koalisi meningkat pesat sejak pertengahan Juli, dipicu insiden serangan udara terhadap pesawat delegasi Houthi asal Iran di Bandara Sana'a.
Di tengah tensi militer yang meninggi, otoritas Arab Saudi dilaporkan telah mengajukan permohonan bantuan perlindungan udara kepada Amerika Serikat. Meski begitu, laporan Financial Times menyebutkan bahwa Washington menolak terlibat langsung dalam kampanye penyerangan terhadap Houthi karena sedang memfokuskan operasi militer mereka terhadap Iran.
Sebanyak 100 penasihat militer Amerika Serikat tetap disiagakan di Arab Saudi untuk membantu strategi pertahanan Riyadh. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif di tengah ketidakpastian situasi regional yang terus bergejolak.
Merespons situasi keamanan terkini, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh menerbitkan imbauan resmi bagi seluruh warga negara Indonesia di Arab Saudi. KBRI meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti instruksi resmi jika menerima pesan peringatan darurat.
Pihak perwakilan diplomatik menginstruksikan masyarakat untuk menghindari area terbuka, atap bangunan, dan lokasi kerumunan massa. Jika berada di luar ruangan, WNI disarankan masuk ke bangunan terdekat atau berlindung di tempat yang kokoh serta menjauh dari jendela.
WNI juga dilarang keras mengambil dokumentasi foto maupun video di lokasi berisiko demi keselamatan pribadi. Bagi pengendara, pihak KBRI meminta mereka segera menepi ke sisi jalan aman dan menghindari berhenti di dekat jembatan atau bangunan tinggi jika menerima sinyal bahaya.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor









