Tijjani Reijnders Ungkap Alasan Finansial di Balik Kepindahan ke Al Qadsiah

Gelandang Tijjani Reijnders secara terbuka mengakui bahwa faktor ekonomi menjadi motif utama kepindahannya dari Manchester City menuju klub Liga Arab Saudi, Al Qadsiah, pada bursa transfer musim panas 2026.
Pemain berusia 28 tahun ini resmi menanggalkan seragam The Citizens setelah hanya satu musim berkompetisi di Liga Inggris. Keputusan ini diikuti dengan nilai transfer yang cukup fantastis, yakni mencapai 52 juta poundsterling atau setara dengan Rp1,23 triliun.
Reijnders menandatangani kontrak jangka panjang berdurasi lima tahun bersama klub asal Arab Saudi tersebut. Melalui kesepakatan ini, ia diprediksi akan menerima gaji mencapai 86 juta poundsterling atau sekitar Rp2,1 triliun selama masa baktinya di sana.
Penggawa asal Belanda tersebut tidak menutupi bahwa besaran kontrak ini merupakan variabel penentu dalam menentukan kelanjutan karier profesionalnya. Baginya, jaminan kesejahteraan jangka panjang bagi keluarga merupakan prioritas yang mendesak.
Ia berupaya mengamankan masa depan finansial keluarganya agar tidak perlu khawatir lagi setelah ia memutuskan untuk gantung sepatu. Menurut pandangannya, besaran pendapatan dari kontrak ini cukup untuk menjamin kehidupan hingga generasi berikutnya, termasuk anak dan cucu kelak.
“Dengan menandatangani kontrak ini, aku bisa memastikan bahkan cucu-cucuku pun terjamin secara finansial, jadi mengapa aku tidak melakukannya?” ungkap Reijnders melalui kutipan yang dilansir Daily Mail.
Pernyataan ini berbanding terbalik dengan retorika yang ia sampaikan pada bulan Agustus lalu. Saat itu, ia menyebut ambisi Al Qadsiah untuk menjadi klub terbesar di Asia sebagai daya tarik utama yang membuatnya bersedia bergabung.
Ia sempat mengklaim keinginannya untuk membantu klub meraih berbagai gelar juara sebagai motivasi utama. Namun, realitas ekonomi yang ditawarkan oleh liga sepak bola Arab Saudi kini menjadi narasi yang mendominasi alasannya.
Sejauh ini, transisi Reijnders ke kompetisi Timur Tengah menunjukkan performa yang cukup impresif di atas lapangan. Ia telah membukukan tiga gol dari lima penampilan pertamanya di ajang Saudi Pro League.
Al Qadsiah kini bercokol di posisi keempat klasemen sementara liga domestik dan juga berpartisipasi dalam ajang AFC Champions League. Selain Reijnders, klub tersebut juga mendatangkan sejumlah pemain berpengalaman dari liga-liga Eropa untuk memperkuat skuadnya.
Beberapa pemain ternama yang kini berbagi ruang ganti dengan Reijnders adalah bek Nacho Fernandez dan penyerang Mateo Retegui. Kombinasi antara profil pemain senior dan modal finansial besar menjadi strategi klub untuk meningkatkan daya saing mereka.
Reijnders kini memiliki waktu lima tahun untuk membuktikan performa di lapangan sekaligus merealisasikan target jaminan ekonomi keluarganya. Fokus gandanya mencakup kesuksesan kolektif bersama tim serta stabilitas finansial bagi masa depan pribadinya.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor








