Timnas Indonesia Dipastikan Tanding di Luar Negeri, SUGBK Prioritaskan Konser BTS November 2026

Tim Nasional Indonesia dipastikan tidak akan berlaga di kandang sendiri selama agenda FIFA Matchday November 2026.
Keputusan ini diambil setelah Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), markas utama Skuad Garuda, akan digunakan untuk konser grup K-pop populer BTS. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengonfirmasi bahwa tim akan melakoni pertandingan tandang ke negara lain pada periode tersebut.
FIFA Matchday edisi November 2026 dijadwalkan berlangsung antara tanggal 9 hingga 17 November. Setiap negara anggota FIFA diberi kesempatan untuk menjalani maksimal dua pertandingan uji coba internasional selama periode ini, yang krusial untuk memperbaiki peringkat dunia dan persiapan turnamen besar.
Erick Thohir belum secara spesifik menyebutkan negara yang akan menjadi lawan Timnas Indonesia. Sebelumnya, beredar spekulasi bahwa Yordania menjadi kandidat kuat sebagai lawan tanding Skuad Garuda dalam laga tandang.
"Pada November 2026 kita akan away, bertanding di negara lain," ujar Erick Thohir setelah konferensi pers Pengumuman Resmi Penyelenggara Siaran Resmi Piala ASEAN 2026 di SCTV Tower, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026).
Langkah ini menandai kali pertama dalam beberapa tahun terakhir Timnas Indonesia menjalani FIFA Matchday sepenuhnya di luar negeri. Selama ini, SUGBK selalu menjadi prioritas utama sebagai venue pertandingan kandang, baik untuk kualifikasi maupun laga persahabatan.
Penetapan jadwal konser BTS di SUGBK pada 26, 27, dan 29 Desember 2026 menjadi alasan utama PSSI memilih opsi pertandingan tandang pada bulan November. Meskipun konser baru berlangsung sebulan setelah FIFA Matchday, persiapan panggung dan infrastruktur besar memerlukan waktu yang tidak sebentar, berpotensi mengganggu jadwal latihan atau kondisi lapangan.
Fenomena ini bukan hal baru dalam pengelolaan stadion multifungsi seperti SUGBK, yang kerap menjadi tuan rumah acara olahraga maupun hiburan berskala internasional. Konser grup musik global sekelas BTS tentu membutuhkan persiapan logistik dan teknis yang kompleks, termasuk pemasangan panggung raksasa dan penyesuaian fasilitas stadion.
"Kita mengalah untuk BTS. Konser BTS tiga hari, alhamdulillah. Nanti Januari akan ada Piala Asia 2027," tutur Erick Thohir, mengisyaratkan pertimbangan PSSI terhadap agenda non-sepak bola yang juga membawa nama baik dan nilai ekonomi bagi Indonesia.
Keputusan bermain tandang pada November 2026 juga dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi persiapan Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2027. Turnamen akbar benua kuning ini dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi pada Januari-Februari tahun depan, menuntut adaptasi tim terhadap kondisi dan lingkungan yang berbeda.
Meski November 2026 Timnas harus bertandang, PSSI optimistis Skuad Garuda akan kembali berlaga di hadapan publik sendiri pada agenda internasional berikutnya. Erick Thohir menyebut Indonesia masih membuka lebar kemungkinan menjadi tuan rumah FIFA Matchday pada Maret dan Juni 2027.
"Lalu kita tuan rumah lagi Maret 2027, Juni 2027 nanti seperti apa. Ya, kalau bisa tuan rumah, tuan rumah. Kalau harus away, kita lihat nanti koordinasi juga," ungkap Erick, menekankan fleksibilitas PSSI dalam menjadwalkan pertandingan.
Selain FIFA Matchday, Timnas Indonesia juga perlu mempersiapkan diri untuk tantangan besar lainnya, yaitu Kualifikasi Piala Dunia 2030 Zona Asia. Babak kualifikasi bergengsi ini dijadwalkan akan dimulai pada September 2027, menjadikan setiap FIFA Matchday sebagai ajang pematangan tim yang tidak boleh disia-siakan.
Pengelolaan jadwal SUGBK yang padat antara agenda olahraga dan hiburan memang seringkali menjadi polemik. Namun, bagi PSSI, pilihan untuk "mengalah" demi konser global seperti BTS mencerminkan upaya menyeimbangkan berbagai kepentingan nasional, sembari tetap menjaga performa dan kesiapan Timnas Indonesia di kancah internasional.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor








