Meskipun Gianni Infantino Minta Maaf, UEFA Pertimbangkan Boikot Piala Dunia

Tim-tim Eropa masih berpotensi memboikot berbagai kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, sebab UEFA menyatakan pembelaan FIFA terhadap Presiden Gianni Infantino “tidak mengubah apa pun”. Federasi Sepak Bola Inggris (FA) bahkan telah mengirimkan surat penarikan dukungannya untuk Infantino, sebagai reaksi atas rencana penjualan saham Piala Dunia kepada investor swasta.
Badan pengelola sepak bola Eropa, UEFA, dalam pernyataannya menyebut bahwa kondisi yang mereka ajukan belum terpenuhi, meskipun rencana Infantino telah dibatalkan.
“Pertama, proposal penjualan kompetisi besar harus ditarik dan kedua, harus ada jaminan bahwa upaya untuk merusak sepak bola dengan cara ini tidak akan pernah terjadi lagi,” demikian bunyi pernyataan UEFA.
Sebelumnya, UEFA telah menegaskan bahwa mereka kehilangan kepercayaan terhadap Infantino, bahkan menyebut proposal Fifa Forward Enterprise (FFE) sebagai “kesepakatan kotor, di balik layar, dan tidak transparan”. FFE sendiri adalah anak perusahaan yang dibentuk untuk mengelola investasi swasta dalam turnamen-turnamen FIFA.
Infantino sempat menawarkan dana USD 40 juta (sekitar Rp650 miliar) kepada setiap asosiasi jika mereka mendukung proposal investasi swasta pada turnamen-turnamennya, termasuk Piala Dunia putra dan putri, melalui FFE.
Badan pengelola sepak bola dunia, FIFA, dalam pertemuan hari Rabu lalu, mengakui adanya “kesalahan” terkait FFE.
Mereka menyatakan “tidak ada niat” agar Dewan FIFA dan asosiasi anggotanya “merasa terasingkan dari proses tersebut, dan bahwa prosesnya seharusnya ditangani secara berbeda”.
Namun, pernyataan balasan dari UEFA menegaskan, “UEFA telah memperjelas dalam pernyataannya pada hari Sabtu bahwa mereka telah kehilangan kepercayaan pada kepresidenan Gianni Infantino. Posisi itu tetap berlaku.”













