Analisis Standard Chartered Proyeksikan Kenaikan Token SKY hingga 500 Persen

Standard Chartered baru saja merilis laporan analisis mengenai prospek aset kripto Sky atau SKY yang mencuri perhatian pasar.
Bank asal Inggris tersebut menetapkan target harga SKY mencapai USD 0,325 atau sekitar Rp5.100 pada akhir 2028. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar lima kali lipat dibandingkan nilai saat ini yang berada di kisaran USD 0,065 atau sekitar Rp1.020.
Geoff Kendrick, Kepala Riset Aset Digital Global di Standard Chartered, menyebut platform Sky memiliki fungsi ekonomi yang cukup unik. Sky merupakan ekosistem keuangan terdesentralisasi atau Decentralized Finance (DeFi) yang sebelumnya dikenal dengan nama MakerDAO.
Platform DeFi sendiri adalah sistem keuangan berbasis teknologi blokir yang memungkinkan transaksi tanpa perantara bank konvensional. Kendrick mengibaratkan Sky layaknya bank sentral karena menerbitkan stablecoin, menciptakan tata kelola protokol, serta menetapkan suku bunga bagi para peminjam di jaringannya.
Dalam laporan tersebut, Kendrick mencatat bahwa nilai bagi para pemegang token SKY terutama bersumber dari imbal hasil staking. Aksi pembelian kembali token atau buyback juga berkontribusi, meski dalam skala yang lebih kecil bagi ekosistem secara keseluruhan.
Posisi Sky di pasar kripto global kini cukup diperhitungkan sebagai penerbit stablecoin terbesar ketiga di dunia setelah Tether dan Circle. Mereka juga memegang predikat sebagai penyedia stablecoin dengan fitur imbal hasil atau yield-bearing yang paling dominan saat ini.
Proyeksi harga SKY diprediksi akan bergerak selaras dengan performa Ethereum dan melampaui kinerja Bitcoin hingga tahun 2028. Standard Chartered sendiri memberikan estimasi harga optimistis untuk aset lain, yakni USD 18.000 untuk Ethereum dan USD 300.000 untuk Bitcoin pada periode yang sama.
Data dari platform DeFiLlama menunjukkan bahwa token sUSDS milik Sky saat ini memiliki total nilai terkunci mencapai USD 4,5 miliar atau setara Rp70,6 triliun. Token ini menawarkan imbal hasil tahunan sebesar 3,6 persen bagi para penggunanya.
Pertumbuhan adopsi USDS dan kapasitas pinjaman yang terus meluas menjadi motor utama di balik optimisme kenaikan harga SKY. Ekspansi ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap layanan keuangan berbasis blockchain semakin meningkat di kalangan investor institusi maupun ritel global.
Meskipun pasar kripto dikenal memiliki volatilitas tinggi, analisis berbasis fundamental seperti yang dilakukan Standard Chartered memberikan gambaran mengenai potensi jangka panjang. Investor tetap disarankan untuk mencermati dinamika regulasi serta perkembangan teknologi di sektor DeFi sebelum memutuskan untuk mengalokasikan aset mereka.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor








