Eugenia Kuyda Resmi Luncurkan Wabi, Asisten AI Personal Berbasis Multiuser

Dua belas tahun silam, Eugenia Kuyda berdiri di panggung TechCrunch Disrupt untuk memperkenalkan IO, sebuah chatbot percakapan yang dirancang sebagai asisten gaya hidup.
Teknologi yang kala itu membantu pengguna memesan restoran atau liburan kini telah berevolusi menjadi Wabi, sebuah asisten AI personal berbasis multiuser yang baru saja resmi diluncurkan untuk publik. Wabi hadir di tengah gelombang persaingan asisten AI baru seperti Muse dan Instinct yang menawarkan kemampuan manajemen tugas serta pemrosesan informasi otomatis.
Berbeda dengan sistem AI konvensional yang memusatkan seluruh interaksi dalam satu alur percakapan, Wabi mengadopsi pendekatan multithread atau banyak alur. Pengguna dapat membuat berbagai utas khusus untuk kebutuhan berbeda, seperti pelacak penurunan berat badan dalam utas kesehatan atau daftar kegiatan keluarga di utas khusus rumah tangga.
Kuyda menjelaskan bahwa model percakapan tunggal cenderung menjadi buruk seiring berjalannya waktu karena akumulasi konteks yang terlalu padat. Hal ini sering memicu risiko halusinasi pada AI atau hilangnya fokus karena terlalu banyak data dalam satu utas pembicaraan tanpa akhir.
Wabi membedakan diri dengan fitur kolaborasi yang memungkinkan pengguna berbagi utas percakapan layaknya grup pesan singkat. Dalam grup ini, AI bertindak sebagai perantara yang dapat mengakses kalender atau data lainnya sesuai izin pengguna untuk membantu koordinasi antaranggota grup.
Misalnya, pasangan dapat menanyakan jadwal masing-masing kepada AI di dalam ruang percakapan bersama tanpa harus berpindah aplikasi. Kuyda menegaskan bahwa akses data tetap terbatas pada tiap utas dan seluruh anggota grup dapat memantau kapan informasi personal diakses oleh AI.
Terkait keamanan data, Wabi telah mengantongi sertifikasi SOC 2 yang berarti kontrol keamanan datanya telah melalui audit independen pihak ketiga. Seluruh operasi sistem berjalan di cloud dengan pusat penyimpanan data utama yang terletak di Amerika Serikat.
Pengembangan Wabi menandai perubahan arah dari perusahaan sebelumnya yang ia dirikan, yakni Replika. Jika Replika berfokus mengurangi rasa kesepian individu, Wabi lebih diarahkan untuk menjembatani interaksi manusia di dunia nyata melalui bantuan teknologi kecerdasan buatan.
Saat ini, aplikasi Wabi dapat diakses secara gratis oleh pengguna umum meskipun perusahaan belum menetapkan model bisnis yang pasti. Kuyda saat ini sedang dalam pembicaraan dengan para investor untuk penggalangan dana tahap selanjutnya guna mendukung pengembangan fitur lebih lanjut.
Sebagai konteks, SOC 2 merupakan standar keamanan informasi yang dikembangkan oleh AICPA untuk memastikan perusahaan mengelola data pelanggan secara aman dan privat. Standar ini menjadi acuan utama bagi perusahaan teknologi di Amerika Serikat untuk membuktikan kredibilitas sistem mereka di mata pengguna maupun mitra bisnis.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor












