Jaringan Blockchain Qubic Hentikan Operasional Usai 1.400 Dompet Dibobol

Jaringan blockchain layer-1, Qubic, secara resmi menghentikan operasionalnya pada hari Minggu setelah mendeteksi serangan siber yang menargetkan dompet pengguna. Penyerang dilaporkan berhasil menguras dana senilai USD 1,4 juta atau setara dengan Rp22,5 miliar dari lebih dari 1.400 akun pengguna.
Penghentian jaringan tersebut dilakukan pada tick 85.371.949 dan hingga saat ini masih berlangsung. Investigasi awal menunjukkan bahwa peretasan dipicu oleh kelemahan sistem dalam pembuatan seed frasa pada aplikasi dompet.
Kelemahan tersebut berdampak pada seed yang dibuat melalui peramban di perangkat iPhone atau iPad, serta Safari di perangkat Mac. Selain itu, aplikasi Qubic versi iOS yang dirilis sebelum Juli 2025 juga ditemukan memiliki celah keamanan serupa yang memungkinkan pelaku mencuri 2,94 triliun token Qubit.
Pihak pengembang menyatakan bahwa 87,1 persen dari dana yang dicuri masih berada di dalam jaringan Qubic dan dalam kondisi terkunci. Sementara itu, 12,9 persen sisanya sempat dikirimkan ke bursa kripto MEXC.
Tim keamanan MEXC bertindak cepat dengan membekukan akun penerima dalam waktu sekitar satu jam setelah transaksi masuk. Kecepatan respons ini menjadi poin krusial dalam upaya mitigasi kerugian bagi para pengguna yang terdampak.
Insiden ini menambah daftar panjang kasus keamanan kripto yang disebabkan oleh pembuatan seed frasa yang lemah. Sebelumnya, masalah serupa juga menimpa dompet perangkat keras Coldcard dan ekstensi peramban Trust Wallet pada tahun lalu.
Dalam pembaruan perangkat lunak versi 4.26.4, Qubic mengaku telah menambal celah tersebut. Pengembang mengganti fungsi Math.random pada JavaScript yang tidak aman dengan fungsi crypto.getRandomValues yang dirancang khusus untuk keperluan kriptografi.
Jaringan Qubic sendiri merupakan blockchain yang mendukung transaksi dan kontrak pintar tanpa biaya transaksi. Teknologi ini mengandalkan mekanisme konsensus Useful Proof of Work atau UPoW yang memanfaatkan energi penambangan untuk melatih kecerdasan buatan.
Saat ini, tim inti Qubic sedang mendata dompet yang terdampak dan menyusun rencana pemulihan. Keputusan mengenai nasib dana yang telah dibekukan tersebut akan ditentukan melalui pemungutan suara oleh para validator jaringan yang disebut sebagai Computors.
Laporan dari AMLBot mencatat bahwa sepanjang kuartal ketiga, kasus peretasan menyumbang 40 persen dari total kerugian dalam kejahatan kripto. Hal ini menunjukkan betapa rentannya ekosistem aset digital terhadap celah teknis pada lapisan dasar aplikasi.
Pihak pengembang belum memberikan kepastian mengenai kapan operasional jaringan akan kembali berjalan normal. Laporan teknis secara menyeluruh dijanjikan akan dirilis setelah rencana pemulihan disepakati oleh komunitas validator.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor











